KARAWANG, Spirit
Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mulai mewaspadai ancaman kekeringan yang berpotensi menyerang areal persawahan di daerah setempat pada musim kemarau tahun ini.
“Kita mewaspadai ancaman kekeringan agar nantinya tidak sampai menyulitkan petani,” kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) setempat Hanafi, di Karawang, Rabu (02/08).
Ia mengatakan, untuk sementara ini pihaknya belum mendapat laporan mengenai areal persawahan yang kekeringan. Untuk kekeringan di wilayah Karawang selatan, itu karena areal sawahnya tadah hujan.
Khusus di wilayah Karawang selatan, kata Hanafi, pihaknya telah menyiapkan embung-embung air. Di wilayah Karawang selatan terdapat sekitar 20 embung air.
Selain itu, Dinas Pertanian setempat juga menyediakan pompa-pompa air untuk mengatasi areal sawah yang kekeringan. Pompa itu bisa dipinjam petani jika di daerahnya mengalami kekeringan.
Ia mengatakan, untuk kekeringan sawah yang disebabkan kerusakan irigasi tertier, petani bisa meminjam alat berat ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Karawang.
Seperti areal sawah di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Tempuran, beberapa waktu lalu, petani mengeluhkan kesulitan air akibat pendangkalan saluran irigasi tertier.
Tapi kondisi itu langsung diatasi dengan meminjam kendaraan alat berat untuk kegiatan pengerukan saluran irigasi tertier sepanjang 3.000 meter.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang sebelumnya telah menetapkan siaga bencana kekeringan. Status itu ditetapkan menyusul tingginya potensi kejadian kekeringan di Karawang. (ark)