KARAWANG, Spirit



Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melaui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) menggelar Sosialisasi Pendidikan Keluarga pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK) di gedung PGRI Karawang, Kamis (18/10).

Kepala Disdikpora Karawang Drs. H. Dadan Sugardan, M.Pd, melalui Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Dra. Hj. Nenah Sukmanah mengatakan, sosiaslisai yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan perwakilan masyarakat desa tentang pentingnya pendidikan keluarga pada 1.000 HPK akan dilaksanakan selama lima hari.

“Hari ini adalah yang keempat kalinya kami laksanakan. Tiga hari sebelumnya telah kami gelar di Aula lantai III, Kantor Bupati. Besok hari terakhir masih di sini (gedung PGRI Karawang),” ujar Hj. Nenah, Kamis (18/10).

Dijelaskan Hj. Nenah, sosialisasi hari keempat (angkatan IV) diikuti kurang lebih 217 peserta perwakilan setiap desa yang berasal dari tujuh kecamatan yaitu Majalaya, Lemahabang, Cilamaya Kulon, Kotabaru, Pakisjaya, Telagasari Tirtamulya.


“Setaip desa diwakili oleh kepala desa, tim pengelola PAUD dan tim penggerak PKK desa, serta ditambah satu orang penilik dari setiap kecamatan. Hanya pada hari pertama (angkatan I) dihadiri oleh para camat, tim penggerak PKK kecamatan dan penilik,” jelasnya.

Mengenai narasumber dan fasilitator yang dihadirkan dalam acara yang terselenggara berkat kerjasama Pemkab Karawang dengan Dirjen PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hj. Nenah mengatakan berasal dari unsur HIMPAUDI, Disdikpora dan PKK kabupaten.

“Dengan adanya acara ini kami berharap pemerintah melalui perwakilan masyarakat desa bisa memperkuat pendidikan keluarga pada 1.000 HPK di wilayah masing-masing. Sehingga pencegahan stunting (kekurangan gizi kronis) benar-benar bisa terealisasikan. Karena masa 1.000 HPK merupakan masa penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak pada tahap selanjutnya,” ucapnya.

Masa 1.000 HPK, lanjut Hj. Nenah, dimulai sejak janin dalam kandungan (280 hari) hingga anak berusia dua tahun (720 hari). Terkait masa tersebut, masyarakat khususnya orang tua perlu dididik untuk memahami pentingnya gizi dan kesehatan bagi ibu hamil serta anak balita untuk mencegah terjadinya stunting.

“Mudah-mudahan dengan adanya acara sosialisasi ini, Karawang bisa memiliki generasi emas yang sehat, cerdas dan berakhlak mulia di masa yang akan datang,”katanya. (ayi/dea)