Cucu Habisi Kakek yang Mengasuhnya

KARAWANG, Spirit

 Cucu tega  menghabisi nyawa kakeknya yang tengah tidur,   hanya alasan sakit hati akibat kerap dimarahi dan tidak diberi uang jajan. Akibat hujaman pecahan kaca yang disiapkan pelaku, urat nadi korban pun terputus hingga  meninggal dunia.

Korban adalah  Hendardi atau biasa dipanggil Koh Mbeng (65),  tinggal satu rumah dengan RH (21)  cucunya yang juga tersangka pelaku  di Jalan Nusa Indah, Gang Merpati, 29, Kelurahan Karawamng Wetan, Kecamatan Karawang Barat, Karawang.

RH sempat menghilang usai membunuh.  Tersangka akhirnya diringkus polisi saat berada di rumah temannya di Perumahan Karang Indah, Kelurahan Karangpawitan, Karawang Barat, Karawang, selang dua jam selepas kejadian.  

Kapolsek Karawang Kota Kompol Adryan Nugraha, mengatakan, hasil integrosi, pelaku nekat membunuh karena sakit hati yang sudah lama dipendam.  Tersangka pun merencanakan untuk menghabisi nyawa kakeknya sendiri dengan pecahan kaca yang sudah di persiapkan pelaku.  RH menguhajamkan pecahan kaca ke tubuh kakeknya sebanyak tujuh kali. 

“Pembunuhan korban memang sudah direncanakan pelaku. Kami akan kenakan pasal 340 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun dan maksimal seumur hidup,”kata Kapolsek, Kamis (10/3) di Mapolsek Karawang Kota. 

Kronologis

Santi, tetangga korban, menuturkan, peristiwa diketahui saat dirinya menyaksikan tersangka keluar dari rumah korban, dengan kondisi tangan berlumuran darah, Kamis (10/3) sekitar pukul 06.00 WIB.  

 “Pelaku keluar rumah dan terlihat terburu-buru. Saya tegur malah lari kencang,” kata Santi, di lokasi kejadian. 

Lantaran curiga, ia penasaran mengajak orang lain untuk melihat ke rumah korban. Namun, ia mengaku kesulitan masuk karena semua pintu dalam keadaan terkunci. “ Sepertinya sengaja  dikunci dari luar sama si RH,” ucap Santi.

Tak lama, ia mendengar suara rintihan minta tolong yang berasal dari dalam rumah korban. Hal itulah yang membuatnya nekat mendobrak pintu bersama warga lainnya. Benar saja, kata dia, kondisi korban saat itu ditemukan sudah terkapar di dalam kamar dan bercak darah terlihat sejak ruang tengah hingga dapur.

“Kondisinya sudah kritis,” ungka Santi.

Seketika, warga pun membawa korban ke rumah sakit, namun korban menghembuskan nafas terakhir sebelum kendaraan tiba di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

“Korban banyak mengeluarkan darah saat dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Santi, dan  tetangga korban pun mengungkapkan, tersangka dikenal sebagai cucu kandung yang sejak kecil diasuh oleh korban. Namun, selama tinggal bersama keduanya sering terlibat pertengkaran hingga akhirnya tersangka diusir korban.

“Mungkin karena sakit hati diusir, jadinya ngamuk dan membunuh Koh Mbeng ,” tutur Santi. (dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *