KARAWANG, Spirit – Sejumlah titik jalan raya di wilayah perkotaan sekitar Kabupaten Karawang, terus terendam banjir dikala hujan deras mengguyur selama beberapa jam saja. Bahkan genangan air setinggi 30-50 sentimeter menggenang kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, areal rumah dinas bupati, serta areal depan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang.
Di antara titik jalan yang banjir ialah Jalan Raya Surotokunto, Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Ahmad Yani, Jalan Mangga, jalan yang melingkari Stadion Singaperbangsa, jalan depan rumah dinas bupati, Jalan Raya Telukjambe, dan jalan Panatayudha.
Selain merendam jalan wilayah perkotaan Karawang, hujan yang disertai angin juga mengakibatkan beberapa pohon tumbang seperti di Jalan Parahyangan, dan Interchange Karawang Barat, Minggu (13/11) sore.
Kondisi itu terjadi karena hujan deras yang berlangsung selama sekitar satu jam itu turun dengan disertai angin kencang. Sejumlah komple perumahan yang berada di Kecamatan Majalaya, dan Klari pun tak luput dari genangan air.
“Biasanya tak sampai masuk rumah hanya di jalan saja banjirnya, tapi sekarang sering masuk rumah,” kata Kristy, warga Perum Bumi Melati Asri, Majalaya.
Aming, warga CKM pun mengutarakan hal serupa, beberapa blok perumahan di CKM kerap tergenang hingga setinggi 40 cm. Padahal, kata dia, hujan terhitung tak berlangsung lama namun cukup deras.
“Ini air seperti bingung bermuara kemana, jadinya tergenang di pemukiman warga. Drainasenya kurang luas atau gimana ini, lama lama Karawang terendam seperti Dayeuh Kolot (Bandung),” tukasnya.
Ia menilai, pemerintah harus segera mengantisipasi hal tersebut, sebab lambat laun Karawang akan semakin sulit menemukan daerah resapan air, dan banjir menjadi ancaman bagi warga.
“Banyak daerah resapan yang dibangun perumahan, industri, ditambah pengelolaan drainase yang kurang baik, jadinya begini banjir,” sesalnya. (ist)
