KARAWANG, Spirit – Cegah abrasi dan banjir ROB yang terjadi baru-baru ini pesisir utara Karawang butuh pemecah ombak dan penanaman mangrove, hal tersebut diutarakan anggota DPRD Karawang dari Partai Gerindra, Taman SE., saat tinjau langsung lokasi bencana banjir ROB di Kecamatan Cibuaya, (10/6/2020).

Ia pun mengatakan, bajir ROB terjadi setiap tahun saat air laut pasang. Tahun ini, pasang air laut cukup besar hingga berdampak kepada pemukiman masyarakat.

“Kedepan, harus ada pembangunan pemecah ombak di sepanjang pesisir, dengan memprioritaskan wilayah yang paling rawan seperti di Cibuaya ini. Kalau tak segera dibuat pemecah ombak dan penanaman mangrove, ini bisa habis karena abrasi,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini pesisir pantai merupakan kewenangan pemerintah provinsi (pemprov). Namun bukan berarti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang tinggal diam saja menunggu kebijakan Pemprov Jabar.

“Pemkab Karawang harus segera berkoordinasi dengan Pemprov Jabar untuk bisa membangun pemecah ombak,” katanya lagi.

Jika Pemrov Jabar tidak bisa segera melakukan pembangunan pemecah ombak, Ia menegaskan, maka pemkab harus mengajukan agar bisa dibangun menggunakan APBD Karawang.

“Kita (Karawang) pernah bangun jalan Nasional pake APBD (Jalan Interchange Karawang Barat). Maka saya yakin pemecah ombak di pesisir yang merupakan kewenangan provinsi pun bisa,” tegasnya. (ist/dar)