KARAWANG, Spirit – Ramainya pembelian mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati akhirnya akan mereda dan hilang dengan sendirinya bersamaan dengan waktu dan kepatutan perihal tersebut masih yang layak berkembang atau tidak?. Hal tersebut diutarakan seorang pemerhati sosial, Emay Ahmad Maehi, kepada spiritjawabarat.com melihat dinamika yang sedang terjadi di tengah masyarakat Karawang saat ini.

Pasalnya, pria yang biasa dipanggil Kang Emay tersebut mengatakan, hal ini hanya menjadi komoditas dan bila dicermati secara detil, pembelian mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati secara prosedural telah sesuai dengan ketentuan pengelolaan anggaran.

“Serta menilik waktu jabatan Cellica dan Aep Syaepuloh pun sudah dipastikan tidak ada kekeliruan apabila dilihat dari mekanisme pengadaan barang dan jasa,” jelasnya, Senin (27/9/2021).

Lebih lanjut, Kang Emay juga mengatakan, dalam hal ini DPRD Kabupaten Karawang juga mengesahkan melalui Paripurna yang secara politik tidak ada persoalan dipandang dari pengesahan. Menurutnya lagi, masalahnya hanya ada dinamika komunikasi menyangkut kepatutan di tengah pandemi.

“Artinya biar saja hal ini terjadi, karena menyangkut jabatan politik Bupati serta Wakil Bupati dan anggaran yang bersumber dari APBD. Ya, ada sisi positif apabila dinarasikan dengan dialektika sosial. Namun apabila berkepanjangan ini juga tidak elok, kurang baik lah,” kata Kang Emay.

“Regulasinya sudah benar tidak ada yang keliru. Tapi dialognya tidak boleh jadi bola liar. Mari kita fokus kepada hal lain, agar tidak larut dalam debat kusir yang berkepanjangan,” imbuhnya. (dar)