KARAWANG, Spirit – Penegasan tugas dan fungsi management, mulai dari tingkat atas (top), tengah (midle) sampai pada tingkat paling bawah di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) merupakan poin dalam pembahasan rapat perdana Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang PDAM Tirtatarum.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Panitia Khusus (Pansus) PDAM Tirtatarum Dedi Rustandi saat diwawancara spiritjawabarat.com, usai rapat digelar.

“Sesuai dengan hasil Paripurna kemarin ditetapkan Pansus PDAM tirta Tarum, rapat Perda ini adalah perubahan dari Perda nomor 6 tahun 2010 tentang Perusahaan Daerah, sekarang disesuaikan dengan Undang-undang dan peraturan baru menjadi Perumda,” ujar pria yang akrab disapa Derus tersebut, Rabu (4/11/2020).

Penegasan tugas dan fungsi manajemen, terutama Dirut dan Top managerial lainnya sebelumnya tidak diatur detail dalam peraturan daerah nomor 6, maka dalam momentum pembahasan Raperda tersebut Derus menginginkan peran mereka menjadi jelas dan baku.

“Banyak poin-poin penting yang dibahas, namun di rapat perdana ini poin pertama yang dibahas adalah menegaskan tugas dan fungsi bagi setiap jabatan seperti Dirut, Dirum dan yang lainnya yang ada di tubuh management PDAM, yang di dalam peraturan sebelumnya tidak diatur secara detail,” jelasnya.

Update penyertaan modal disebutkan Derus juga menjadi pembahasan dalam rapat yang pihaknya gelar, namun kebutuhan modal yang mencapai 500 milliar rupiah tersebut akan direalisasikan secara terpisah melalui Perda tentang Penyertaan Modal.

“Kondisi PDAM sebelumnya dengan status Perusahaan Daerah tidak terlepas dari dinamika karena tak terlepas dari sentuhan politis, hukum dan sebagainya, namun kami tidak melihat dalam konteks tersebut,” katanya.

“Geliat PDAM saat ini yang menunjukan progres yang cukup baik dengan tingkat pelanggan yang sudah mencapai 90 ribu SR, menjadi energi baru agar kita optimis dalam meningkatkan kualitas PDAM, tentunya dengan prinsip mengedepankan pelayanan daripada sisi bisnisnya,” imbuh Derus. (bal)