PURWAKARTA,Spirit – Seorang pelajar berinisial An (16) SMAN 3 Purwakarta, tempatnya belajar, Jumat (12/8). Siswa kelas 2 sekolah tersebut dianggap tewlah melanggar aturan dengan menggunakan kendaran roda empat ke sekolah itu.

 

“Kita sudah berulang kali mengingatkan dia untuk tidak membawa mobil ke sekolah. Tapi hanya dianggap angin lalu. Jadi sanksi tegas kita berikan kepada An, yaitu dikeluarkan dari sekolah,” kata Kepala SMAN 3 Purwakarta, Ema Sukmasih, kepada pers.

 

Ia menyebutkan, selain sering mengingatkan siswa terkait larangan membawa kendaraan ke sekolah, pihaknya juga memberikan selebaran aturan terkait larangan tersebut, agar semua siswa mengetahuinya. “Kita juga bekerjasama dengan pihak kepolisian, RT, RW, dan masyarakat disekitar sekolah agar menginformasikan jika ada siswa kita yang membawa kendaraan untuk melaporkan hal tersebut.”

 

Ema juga menambahkan, mulanya  orang tua An sempat menolak atas sanksi yang  diberikan kepada anaknya dan sempat meminta bantuan orang agar anaknya tidak dikeluarkan. Namun pihak sekolah tetap mengeluarkannya.

 

“Orang tua An beralasan anaknya membawa mobil karena jarak yang jauh dan tidak ada yang mengantar untuk ke sekolah,” ujarnya.

 

Sementara itu, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, mengatakan, yang bersangkutan dikeluarkan dari sekolahnya karena tidak bisa ikuti kebijakan larangan menggunakan kendaraan, alasannya karena jauh, dari Kecamatan Bungursari. “Inikan bukan alasan yang tepat karena banyak angkot yang bisa dijadikan kendaraan agar bisa sekolah. Kenapa harus bawa mobil sendiri. Ini mau sekolah apa mau apa sebenarnya.”

 

Menurut Dedi, jangankan bawa mobil ke sekolah, bawa sepeda motor juga tidak boleh. Rata-rata seusia pelajar belum memiliki SIM. “Jelas itu melanggar aturan.Selain aturan lalu lintas yang melarang anak dibawah umur membawa kendaraan, saya juga tidak mau kejadian laka lantas yang melibatkan pelajar dan hilangnya nyawa siswa SD terulang lagi.”
Kang Dedi, sapaan akrab Bupati Purwakarta ini, menambahkan, aturan ini berlaku untuk semua siswa, baik anak pejabat maupun anak orang kaya semuanya sama saja. Solusi untuk An, lanjut dia, ia dipindahkan ke SMA Negeri Bungursari yang dekat dengan tempat tinggalnya.

 

“Jadi, karena dekat dengan tempat tinggal, yang bersangkutan tidak akan menggunakan mobil lagi untuk ke sekolah,” katanya.(riz)