Dana BOS tak Kunjung Cair, Kasek SDN 1 Kemiri Gadaikan BPKB untuk Gelar UN

KARAWANG, Spirit

Hingga awal Mei 2017, seluruh SD di Kabupaten Karawang belum menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Akibat belum cairnya dana BOS itu, belakangan kepala sekolah terpaksa harus meminjam uang pada pihak ketiga untuk kegiatan di sekolahnya, terlebih menjelang pelaksanaan ujian nasional (UN).
Hal ini dialami juga Kepala Sekolah SDN 1 Kemiri Kecamatan Jayakerta Kabupaten Karawang, Jejen Jaenudin, di saat dirinya harus menyiapkan pelaksanaan ujian nasional yang digelar Senin (15/5) lalu hingga Rabu (17/5) ini.

Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan UN di sekolahnya, akhirnya Jejen menggadaikan BPKB kendaraannya.

“Iya memang belum cair dana BOS sampai sekarang ini. Makanya jadi pikiran. Sementara persiapan ujian nasional pun kemaren sampai menggadaikan BPKB kendaraan. TapiĀ  alhamdulillah pelaksanaan UN ini berjalan lancar,” keluh Jejen Jaenudin, Selasa (16/5) kepada Sipirit Jawa Barat di ruang kerjanya.

Selain adanya beban biaya untuk menggelar UN, pinjaman dana BOS juga dipergunakan pihak sekolah untuk membayar gaji guru honorer, pembelian buku pelajaran dan keperluan lain yang sesuai dengan petunjuk penggunaan dana BOS.

“Dari awal sebelum pelaksanaan UN sebenarnya sudah aman. Tapi semua pakai dana pribadi hasil menggadaikan BPKB. Ada juga pinjam ke orang lain. Tidak masalah asal UN bisa lancar. Sudah biasa saja menghadapi kondisi yang seperti ini,” ujarnya.

Kondisi tersebut diperparah lantaran dana BOS APBN untuk triwulan II yang dikucurkan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disidkpora) Kabupaten Karawang juga belum ada kejelasan pencairannya. Akibatnya, hal itu menambah beban berat dan pikiran pihak sekolah.

Hal serupa juga dialami Kepala SDN 3 Kertasari, Lili. Ia mengaku juga meminjam uang untuk menggelar UN. Ia pun berharap agar dana BOS segera dicairkan. “Iya belum ada kabar ini sampai sekarang. Mudahan cepat cair saja, sebab biaya persiapan UN kemaren hasil dari pinjaman,” terangnya.

Pengawas UPTD Disdik Kecamatan Jayakerta, Tabroni, mengakui adanya keterlambatan pencairan dana BOS. Ia pun sempat mengkhawatirkan keterlambatan dana BOS mengganggu pelaksanaan UN.
“Tapi alhamdulillah pelaksanaan UN tersebut berjalan lancar tanpa hambatan walaupun keterbatasan sarana dan prasarana seadanya. Meski demikian saya berharap kepada seluruh kepala sekolah di lingkungan Kecamatan Jayakerta untuk tetap bekerja dengan maksimal dalam melaksanakan UN, dan para guru PNS maupun honorer tetap semangat membimbing peserta didik meski dengan berbagai keterbatasan yang ada,” ungkap Tabroni. (kus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *