Terkait Kasus Perselingkuhan Guru hingga SK TKK Bodong, Disdik Lakukan Elisitasi

BEKASI, Spirit – Dengan jumlah pegawai yang paling banyak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi diakaui rawan persoalan. Problem internal yang sedemikian menumpuk ditambah lagi dengan persoalan eksternal semakin menambah beban yang ditanggung Disdik.

Beberapa temuan persoalan di lingkungan Disdik acapkali terjadi, antara lain penerbitan dokumen palsu atau abal-abal seperti SK Tenaga Kerja Kontrak (TKK) hingga permasalahan guru berselingkuh.

Hal itu diakui oleh Rudi Sabaruddin sebagai orang nomor satu Dinas Pendidikan. “Yang jelas saya tidak terlibat, karena semua surat keputusan yang menerbitkan adalah Walikota dan Dinas Pendidikan tidak ada sangkut paut dengan masalah tersebut,” kata Rudi Sabaruddin pada Spirit Jawa Barat, Senin (21/6).

Rudi juga menjelaskan jika pun ada SK TKK palsu dengan tegas akan diserahkan pada Komite Etik. “Inspektorat, BKD serta Disdik yang ada di dalam Komite Etik jangan hanya menanyakan sinergi antar lembaga karena masing-masing punya tupoksi,” ungkap Rudi.

Elisitasi menjadi pilihan Rudi sabaruddin dalam menyikapi permasalahan di Disdik. “Termasuk juga kasus guru selingkuh, kita terapkan elisitasi yang di dalamnya ada penyelidikan, penyidikan, analisa berkaitan juga dengan pengumpulan bukti kasus per kasus. Namun saya terapkan setiap bulan pertemuan dengan UPTD dengan memberikan masukan termasuk sosialisasi pearturan terkait dengan perkawinan dan perceraian,” papar Rudi yang juga mantan Kesbangpol.

PP 45 Tahun 1990 yang menjadi pedoman Rudi diharapkan akan memberi efek jera pada para pelaku selingkuh. Jika ada akan dilaporkan BKD dan bagi Kadisdik Rudi sabaruddin tidak ada kompromi karena memalukan institusi. Tapi tidak ditampik pula oleh Kadisdik bahwa sesungguhnya ada juga institusi lain di luar Disdik yang jumlah  kasus perselingkuhan tinggi tapi tidak diekspos media. (kos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *