CIKAMPEK, Spirit – Minimnya lampu penerangan jalan di sepanjang Jalan Akses Tol Kalihurip, Desa Kalihurip, membuat ruas jalan tersebut menjadi rawan kejahatan, Rabu (1/6).
Hal tersebut menarik perhatian Seketaris Desa Kalihurip, Pujianto menyatakan jalan tersebut merupakan akses strategis bagi warga Cikampek. Ia menilai perlu pengelolaan yang benar, pasalnya kondisi jalan yang sepi dan jauh dari pemukiman warga tersebut sangat rawan kejahatan pada malam hari.
“Banyaknya rumput panjang di sepanjang jalan memang membuat kesan rawan untuk jalan itu, andai saja pemerintah Kabupaten dapat mengelolanya dengan baik dan tidak menyampingkan fungsi dari tempat tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, gagasan pengelolaan seperti pemanfatan lahan untuk menjual bunga hias dianggap sangat efektif karena posisi jalan yang sangat strategis, sebagai akses keluar masuk kendaraan warga Cikampek dan luar Cikampek.
“Sebenarnya ini berkaitan dengan program bupati untuk memperindah Karawang, setidaknya di setiap pintu masuk tol dapat di kelola dengan baik lingkunganya, contohnya seperti melokalisir pedagang tanaman hias,” ucapnya.
Selain dapat memperindah lokasi tersebut, kata dia, lokasi yang terkenal rawan kejahatan pada saat malam hari tersebut dapat menjadi salah satu upaya pemerintah mengembangkan prekonomian warga. Selain itu, dapat dijadikan salah satu sarana pemasukan daerah melalui retribusi daerah.
“Setidaknya dari depan PT Keihin sampai depan mandala dapat di kelola dengan baik, bila di anggap menggangu jalan dapat di buat parkiran khusus di sampingnya,” ujarnya.
Hanya saja, sambungnya, hal tersebut membutuhkan keseriusan pihak pemerintah daerah seperti pemberian fasilitas penerangan jalan, membuat saluran air serta perapian lokasi terkait tempat jualan.
“Sebenarnya saya sudah memaparkan ini di rapat kecamatan, hanya saja keputusan ada di Pemda. Bila pemerintah daerah serius memperbaiki serta memperindah Karawang, pihak desa siap untuk membantunya,” ungkapnya. (zuh)
