RENGASDENGKLOK, Spirit – Tertimpa bongkahan besi Pabrik yang ada didekat rumahnya, tangan seorang bocah mengalami patah tulang. Pihak keluarga menuntut pihak pabrik segera beritikad baik agar mau bertanggungjawab.
Malang benar nasib Dedi Kurniawan (8), bocah asal Dusun Wanajaya Rt 26 Rw 06 Desa Kalangsari Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang. Ia mengalami kecelakaan yang mengakibat tangan kanannya menderita patah, setelah tertimpa besi salah satu pabrik yang berada tak jauh dari rumahnya, Jumat (13/05).
Orang tua korban, Omay Komarullah (27), kecelakaan terjadi saat korban sedang menonton bola voli dibelakang pabrik. Tiba-tiba besi yang di simpan dibelakang pabrik jatuh dan menimpa tangan anaknya.
“Pabrik itu sembarangan menyimpan besi sehingga menimpa anak saya, bapak bisa lihat tangan anak saya patah, sudah tiga kali saya bawa ke ahli tulang, kalau ke Rumah Sakit takut di amputasi pa,” ungkap Omay.
Yang membuat miris menurut Omay sampai saat ini sudah hampir empat hari, pemilik pabrik atau pengelola belum bertanggung jawab atau menjenguk anaknya. Mungkin menurutnya karena dirinya hanya orang kecil sehingga pemilik tidak mau menjenguk atau bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa diri anaknya.
“Saya sih tidak menuntut apa-apa, yang penting pemilik pabrik mau datang melihat anak saya dan menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan juga sudah cukup,” terangnya.
Sementara itu Kepala Desa Kalangsari, Teti, sempat datang melihat keadaan korban dan langsung menghubungi pemilik pabrik yang bernama H Sukur warga Cikarang. Menurutnya pihaknya akan segera memanggil pemilik pabrik untuk dimintai keterangan dan bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa Dedi Kurniawan.
“Kami sudah memanggil pemilik pabrik, dan dia bersedia memenuhi panggilan saya besok di Kantor Desa, saya harap karena ini merupakan kecelakaan maka akan dilakukan secara kekeluargaan saja,” ungkap Teti kepada Spirit.
Teti mengaku dirinya selama ini tidak mengetahui kecelakaan yang menimpa bocah malang tersebut. Dirinya baru tahu hari ini ketika dihubungi oleh ketua RW setempat. Dia mengatakan kalau saja kecelakaan tersebut langsung dilaporkan kepada dirinya, mungkin sudah selesai permasalahannya.
Teti menyayangkan kepada pihak pabrik karena sembarangan menyimpan besi diluar gedung tanpa memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan warga. Akibatnya, yang jadi korban anak-anak sekitar saat bermain disana. Sedangkan besi-besi banyak di simpan diluar gedung.
“Saran saya pabrik memberi batas pagar sehingga anak-anak tidak bisa bebas masuk karena berbahaya,”ungkapnya. Sementara itu pemilik pabrik H Sukur saat akan dikonfirmasi tidak ada ditempat dan ketika dihubungi via telepon tidak diangkat. (yay)
