KADIN Indonesia Turun Tangan, Dualisme KADIN Jabar Belum Selesai

KARAWANG, Spirit – Konflik dualisme di tubuh KADIN Jawa Barat dipastikan masih berlangsung. KADIN Indonesia kini menyiapkan tim rekonsiliasi untuk menyelesaikan persoalan yang tak kunjung tuntas.

Informasi tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Karawang kubu Nizar Sungkar, Ace Sudiar. Ia menyebut, pemanggilan Nizar oleh KADIN Indonesia pada 14 April 2026 menjadi bukti bahwa konflik masih ditangani serius di tingkat pusat.

Menurut Ace, pembentukan tim rekonsiliasi menegaskan bahwa polemik di KADIN Jabar belum selesai, meski sudah ada surat keputusan kepengurusan.

“Kalau sudah selesai, tidak perlu ada rekonsiliasi. Artinya, masalah ini memang belum tuntas,” tegasnya, Jumat (17/4/26).

Ia juga mengungkapkan, konflik serupa terjadi di sejumlah daerah seperti Riau, Papua, dan Kalimantan Barat. Bahkan di Kalbar terjadi tiga kali musyawarah provinsi. Kondisi ini dinilai sebagai dampak dari dinamika di tingkat pusat.

Ace menjelaskan, polemik bermula dari munaslub KADIN Indonesia pada September 2024 yang memberhentikan Arsjad Rasjid karena dinilai melanggar AD/ART akibat keterlibatan dalam politik praktis sebagai Ketua TPN pasangan Ganjar Pranowo – Mahfud MD.

Munaslub tersebut menetapkan Anindya Bakrie sebagai ketua umum. Namun, dualisme sempat terjadi hingga akhirnya digelar Munas Persatuan setelah pelantikan Prabowo Subianto. Hasilnya, Anindya tetap memimpin, sementara Arsjad menjadi Ketua Dewan Pertimbangan.

Dampak konflik pusat itu kemudian meluas ke daerah, termasuk Jawa Barat. Ace menyebut pihaknya memiliki bukti adanya dukungan terhadap munaslub, termasuk surat edaran yang tidak mengakui hasilnya.

Untuk penyelesaian, kubu Muprov-8 Bandung memilih jalur hukum. Gugatan diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait Muprov-8 Bogor yang berkaitan dengan kubu Almer Faiq Rusydi, serta ke Pengadilan Negeri Bandung terkait keabsahan SK kepengurusan.

Ace menegaskan, perbedaan tafsir AD/ART tidak akan selesai tanpa keputusan resmi. Ia berharap tim rekonsiliasi atau putusan pengadilan bisa menjadi solusi akhir.

“Saya yakin di bawah kepemimpinan Pak Anindya Bakrie, konflik internal KADIN akan selesai, baik di daerah maupun nasional,” pungkasnya. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *