KARAWANG, Spirit



Sebanyak 390 pelajar berlaga dalam perhelatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Karawang yang bergulir pada 26-27 Maret 2019.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Disdikpora Karawang, Sitti Imas Massitoh mengatakan, jumlah pelajar tersebut berasal dari dua kategori yaitu tingkat SD dan SMP.

“Tingkat SD diikuti 300 atlet pelajar dari 30 kecamatan, sedangkan SMP melibatkan 90 atlet pelajar dari enam komisariat,” ujar Sitti Imas Massitoh, dalam acara pembukaan O2SN yang digelar di Lapangan Kecamatan Kotabaru, Selasa (26/3).


Selain pelajar, lanjut Imas, gelaran O2SN yang melibatkan unsur panitia dari Bidang Pemuda dan Olahraga, pengcab cabang olahraga Karawang dan Muspika Kecamatan Kotabaru, dimeriahkan 160 orang ofisial dan pelatih dari tingkat SD, serta 90 orang ofisial dan pelatih tingkat SMP.

Mengenai cabang olahraga yang dipertandingkan, Imas menjelaskan, baik tingkat SD maupun SMP mempertandingkan lima cabang. Yaitu atletik di Stadion Singaperbangsa, bulutangkis, karate dan pencak silat di GOR Green Garden Kotabaru, serta renang di Kolam Renang Tirtasari Kotabaru.

“Tahun ini kami sengaja memilih Kecamatan Kotabaru sebagai lokasi utama kegiatan, agar penyelenggaraan O2SN bisa lebih merata seperti yang diharapakan ibu bupati (Cellica Nurrachadiana) dan pak Dadan Sugardan (Kadisdikpora Karawang).

Kotabaru juga memiliki venue pertandingan yang memadai,” jelasnya.
Imas menambahkan, O2SN diselenggarakannya sebagai ajang pencarian bibit-bibit atlet pelajar untuk mewakili Karawang ke tingkat Provinsi Jawa Barat, wadah pembinaan bagi siswa berprestasi di bidang olahraga dan mempererat tali silaturahmi antarguru serta siswa di Karawang.

“Selain berhak mendapatkan piala, juara satu dari seluruh cabang olahraga akan mewakili Karawang ke tingkat provinsi (Jawa Barat),” ucapnya.

Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana, melalui Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga H. Dadan Sugardan yang membuka gelaran O2SN, berharap, kegitan tahun ini bisa berjalan lancar, serta melahirkan atlet-atlet terbaik yang bisa meraih prestasi di tingkat Provinsi Jawa Barat.

“O2SN merupakan sarana evaluasi dalam hal pembinaan olahraga di setiap sekolah. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini prestasi siswa dalam bidang oalahraga semakin meningkat.

Tak hanya di tingkat pelajar, tapi prestasi bisa terus diraih di level senior seperti Porda,” kata H. Dadan. (ayi/dea)