KARAWANG, Spirit – Dugaan kasus malpraktik kembali mencuat di Kabupaten Karawang. Seorang warga Dusun Karajan B RT 007 RW 003, Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok, bernama Saman (64), meninggal dunia usai menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Hastien Rengasdengklok dan menerima suntikan obat melalui infus.
Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (8/2/26) dini hari. Meninggalnya pasien secara mendadak itu menimbulkan pertanyaan dari pihak keluarga terkait prosedur tindakan medis yang dilakukan.
Anak pasien meninggal dunia, Ukat Sukanta alias Ipay, menuturkan sebelum dibawa ke rumah sakit, ayahnya sempat diperiksa oleh seorang mantri di sekitar tempat tinggalnya dengan keluhan sesak napas dan gangguan lambung.
Menurut hasil pemeriksaan awal, pasien diduga mengalami gangguan pernapasan dan lambung. Namun karena keterbatasan alat medis, pihak mantri menyarankan agar pasien segera dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap.
“Sebelumnya orang tua saya dibawa ke mantri karena tiba-tiba sesak napas. Setelah diperiksa, katanya butuh oksigen, karena alat di tempat mantri terbatas. Kami disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit,” ujar Ipay kepada awak media.
Ia mengungkapkan, keluarga sempat berdiskusi terkait rumah sakit rujukan. Secara pribadi, dirinya ingin membawa ayahnya ke RS Proklamasi. Namun karena pertimbangan jarak serta saran keluarga lainnya, akhirnya pasien dibawa ke RS Hastien yang berada di wilayah Rengasdengklok.
“Secara pribadi saya sebenarnya sudah tidak mau membawa orang tua ke RS Hastien karena trauma beberapa kejadian di RS tersebut belakangan ini. Tapi karena ada permintaan saudara lain dan mempertimbangkan jarak, akhirnya kami bawa ke sana,” ungkapnya.
Setibanya di RS Hastien, pasien langsung mendapat penanganan awal di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebelum kemudian dipindahkan ke ruang transit sambil menunggu ketersediaan ruang rawat inap.
Menurut pengakuan keluarga, selama beberapa waktu menjalani perawatan, kondisi Saman sempat membaik. Pasien disebut sudah bisa makan bubur dan berkomunikasi dengan keluarga.
“Beliau sudah bisa makan dan berkomunikasi. Kalau memang penyakitnya berat, mestinya dibawa ke ICU atau ruang observasi intensif. Tapi yang saya lihat, kondisinya sudah stabil,” jelas Ipay.
Namun, situasi berubah setelah pasien menerima suntikan obat melalui infus. Keluarga menyebut tidak ada jeda waktu yang lama setelah suntikan diberikan.
“Dalam hitungan detik setelah disuntik, mungkin baru beberapa detik, orang tua saya langsung kejang. Kaki dan tangan kaku, mulut juga menegang. Petugas terlihat panik, dan tidak lama kemudian beliau meninggal dunia,” tutur Ipay.
Peristiwa tersebut membuat keluarga terpukul dan mempertanyakan jenis obat yang diberikan serta prosedur medis yang dilakukan. Keluarga mengaku tidak mendapatkan penjelasan rinci terkait jenis obat yang disuntikkan maupun penyebab medis kematian pasien.
“Yang kami butuhkan itu kejelasan. Obat apa yang disuntikkan dan mengapa reaksinya begitu cepat sampai meninggal dunia,” tambahnya.
Setelah kejadian, perwakilan RS Hastien melalui petugas Medical Officer on Duty (MOD) bersama seorang anggota kepolisian Sektor Rengasdengklok mendatangi rumah duka. Dalam kunjungan tersebut, pihak rumah sakit menyampaikan belasungkawa sekaligus membuka ruang musyawarah atau mediasi dengan keluarga korban.
Meski demikian, keluarga mengaku masih mempertimbangkan langkah hukum apabila tidak ada penjelasan yang dinilai memuaskan.
“Kami masih menunggu itikad baik dari pihak rumah sakit. Tapi kalau tidak ada kejelasan, kami siap menempuh jalur hukum,” tegas Ipay.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RS Hastien Rengasdengklok belum memberikan keterangan tertulis maupun penjelasan resmi kepada publik maupin keluarga pasien mengenai peristiwa yang menyebabkan meninggalnya pasien atas nama Saman.
Kasus ini menambah sorotan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di wilayah Rengasdengklok. Warga berharap adanya transparansi serta investigasi menyeluruh agar pelayanan medis dapat dipastikan berjalan sesuai standar yang berlaku. (red)
