Bandung, Spirit – WAKIL Gubernur (Wagub) Jawa Barat, Deddy Mizwar, meraih gelar kehormatan dari Komunitas Asep Asep (KAA) dengan menyematkan nama “Asep” sehingga menjadi “Asep Deddy Mizwar” usai membuka Konperensi Asep Asep tahun 2016 di Gedung Padepokan Seni Mayang Sunda, Kota Bandung, Minggu (17/6).Deddy Mizwar mengungkapkan bahwa Asep memiliki makna kebaikan, bisa menjadi “kasep” atau tampan, serta kebaikan lainnya sehingga ia berharap dengan gelar tersebut segala kebaikan akan melekat pada dirinya.

“Asep itu kan baik. Jadi ya udah diberikan kebaikan,” kata dia.

Wagub juga berharap KAA ini tidak hanya menjadi ajang kumpul atau silaturahmi semata. Tapi bisa menjadi momentum perubahan bangsa dan memberikan manfaat untuk masyarakat, sesuai dengan slogannya “Ti Asep, Ku Asep, Keur Balarea” (Dari Asep, Oleh Asep, Untuk Semuanya).

Selain itu, ia berharap KAA juga bisa menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan masyarakat di berbagai bidang, khususnya di Jawa Barat.”Saya berharap KAA ini bisa menjadi mitra pemerintah daerah yang akan membangun di berbagai bidang. Jadi ke depannya diharapkan akan ada kerjasama, seperti bisa untuk program pengembangan wirausaha baru.”

Ia mengira Komunitas Asep juga bisa mempunyai peranan dan berkontribusi membuat sejarah dalam menyukseskan PON tahun 2016 ini di Jawa Barat. Para pria dengan nama Asep yang tergabung dalam Komunitas Asep Asep (KAA) kembali menggelar Konperensi Asep Asep untuk tahun 2016 ini, di Gedung Padepokan Seni Mayang Sunda, Jalan Peta Nomor 209, Kota Bandung.

Pemilik nama Asep yang hadir di acara tersebut tak hanya dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat namun juga dari seluruh Indonesia.Ketua Panitia Konperensi Asep Asep (KAA) Asep Hendra Maulana mengatakan bahwa hal ini sesuai dengan AD ART organisasi.

Menurut Hendra hanya orang-orang tertentu saja yang mendapat gelar kehormatan ini sesuai dengan kesepakatan anggota dalam rapat internal KAA.”Ini amanat dari regulasi. Di AD ART kami itu sudah ada yang namanya Asep betul-betul hakiki yang namanya Asep, ada juga Asep kehormatan. Dan ini khusus orang-orang tertentu saja yang sesuai dengan rapat atau internal kami untuk memberikan gelar kehormatan,” kata Hendra.

Pertemuan KAA ini pertama kali diinisiasi oleh pendirinya, yakni Asep Kambali dan seorang Mayor Jenderal TNI Asep Kuswani, yang terinspirasi oleh Konperensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 lalu di Kota Bandung, Jawa Barat.Atas dasar itu, Paguyuban Asep Dunia (PAD) yang semula hanya bernama Paguyuban Asep (PA) menggelar KAA pertama pada 25 Oktober 2015 lalu. PA sendiri lahir dan menjadi gerakan sosial masif dan konkrit di Jakarta, 1 Agustus 2010.

Sang Ketua Umum DPP KAA Asep Tutuy Turyana mengatakan, komunitasnya ini tidak hanya sebagai tempat para Asep berkumpul dan bersilaturahmi saja, lebih jauh Asep Tutuy menjelaskan KAA memiliki berbagai program pengembangan sosial kemasyarakatan yang bisa memberikan manfaat tidak hanya untuk Asep. Namun juga masyarakat luas.

Hal tersebut sesuai dengan 4 program yang telah dicanangkan komunitas, yakni Akhlak atau Agama, Sosial, Ekonomi dan Pelestarian budaya atau disingkat Asep.”Di acara konperensi ini kita bisa bersama-sama menyatukan niat, tekad, lalu ide-ide buat kemajuan Asep Asep dan masyarakat luas kedepannya ” ujar Asep Tutuy.

Ada sekitar 738 Asep dari 1.100-an Asep yang konfirmasi akan hadir dan berkumpul pada KAA tahun ini. Mereka tidak hanya Adep dari Jawa Barat, namun ada juga Asep dari DKI Jakarta, Banten, Bali hingga Papua.Kegiatan ini pun mendapat penghargaan dari Original Rekor Indonesia (ORI) karena telah memecahkan rekor untuk kegiatan karnaval dengan nama Asep tebanyak, kegiatan dengan menggunakan ikat kepala dengan nama Asep terbanyak, dan halal bi halal yang melibatkan nama Asep terbanyak.