CILAMAYA WETAN, Spirit – Kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan berimbas tingginya volume sampah pada saluran air. Terpantau pada salah satu jembatan irigasi kol 8 sepanjang Desa Cikalong menuju Sukatani Kecamatan Cilamaya Wetan, terlihat tumpukan sampah yang menyumbat lajunya air.
Saleh (35) warga setempat mengaku tidak enak melihat tumpukan sampah yang teronggok di bawah jembatan. Namun kepedulian masyarakat untuk membersihkan terkesan lamban, padahal kondisi tersebut disamping dapat memicu munculnya bencana banjir.
“Gak enak juga dilihatnya, sampah dibiarkan menumpuk seperti itu. Masyarakatnya kurang peduli,” katanya.
Menurutnya, jika tumpukan sampah lama dibiarkan teromggok di saluran, rentan menimbulkan wabah penyakit. Padahal, mayoritas warga menjadikan irigasi sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kalau sadar mah itu kan buat kebutuhan mereka sendiri, kenapa harus tercemar sampah. Bisa jadi mudah datang penyakit, bila mandi dan cuci baju disitu,” katanya menambahkan.
Sementara itu menanggapai persoalan pencemaran lingkungan itu Kepala Puskesmas Cilamaya, dr. Ajis menyampaikan, kondisi kotornya air bukan saja tidak baik untuk kesehatan. Namun, sama halnya dengan membiarkan lingkungan jadi tidak sehat, imbasnya tentu akan fatal dan bahaya bagi lingkungan setempat.
“Susah jika masyarakatnya kurang sadar akan kebersihan dan menjaga lingkungan untuk tetap bersih. Untuk bersih perlu tindakan nyata. Soal sampah tidak sepele karena berdampak besar,” jelasnya.
Dikatakan Ajis, pada musim penghujan saat ini, pihaknya berharap agar warga tidak jorok terhadap lingkungan sekitar, karena akan mudah terserang penyakit.
“Kami berharap semuanya sehat. Maka perilaku hidup sehat harus terus digalakkan, agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (wan)
