Tata Kota Pinggiran Rel Terjegal PT KAI

KARAWANG, Spirit – Dinas Cipta Karya mengaku kesulitan dalam mengelola tata kota khususnya sepanjang lahan rel kereta api. Menurut Kepala Dinas Cipta Karya, Dedi Ahdiat ruko-ruko yang disewa PT Kereta Api Indonesia (KAI) malah menjadikan kota Karawang kumuh.
“Padahal menurut undang-undang perkeretaapian, lahan tersebut seharusnya menjadi ruang terbuka hijau, malah menjadi toko-toko yang dikelola PT KAI,” kata Dedi, Jumat (27/5).
Dedi juga mengatakan, pihaknya telah melakukan komunikasi bahwa sejumlah lahan akan digunakan Pemkab untuk membuat taman kota. “Kendala sendiri membuat taman yakni kewenangan lahan dari PT KAI. Kita siap menyewa, selama untuk kepentingan negara,” katanya.
Bukan hanya Dedi, Kepala Satpol PP, Widjodjo mengatakan bahwa tindakan PT KAI berkoordinasi dengan pemerintah daerah sangat buruk. “Seperti Seer wilayah prostitusi di PT KAI sering kita bongkar dan kita meminta untuk segera membantu untuk menertibkan, agar warung-warung prostitusi tidak dibangun lagi, mereka tetap saja tidak menghiraukan,” katanya.
Bahkan, Widjodjo menyebutkan surat permintaan dari Bupati Karawang tida digubris oleh PT KAI. “Wilayah Seer sudah bupati minta untuk menjadikan lahan PKL, tetapi tidak mereka berikan, mereka seakan lebih memilih tetap berdirinya tempat prostitusi,” ujarnya.
Selama ini Pemkab, selalu mencoba berkomunikasi dengan baik dengan PT KAI yang memiliki wewenang. “Kita hanya berharap PT KAI mendukung dengan keindahan kota,” tandasnya. (fat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *