SMA 5 Karawang Tanggapi Ekskul Khusus

KARAWANG, Spirit

Ide pembentukan ekstrakulikuler (ekskul) khusus di SMA dar Wakil Bupati Karawang, Akhmad Jamaksari, mendapat tanggapan positif dari SMAN 5 Karawang. Ekskul tersebut merupakan  salah satu wadah pelatihan siswa yang lebih memilih berkecimpung di dunia industri stelah lulus.

“Alumni kami memang tidak semuanya melanjutkan ke perguruan tinggi. Banyak pula yang lebih memilih bekerja di pabrik,” kata Kepala SMAN 5 Karawang,  Agus Setiawan MPd, pada acara perpisahan sekolah tersebut, Rabu (27/4) siang.

Agus menyatakan siap menjalankan ide tersebut, karena bisa menjadi ajang pembekalan dan pelatihan siswa supaya memiliki keterampilan khusus saat terjun ke dalam dunia industri. “Memang sudah saatnya siswa SMA memperoleh pelatihan skill yang diberikan langsung dari pihak perusahaan. Mungkin semacam ada ekskul yang fungsinya seperi Balai Latihan Kerja di SMK.”

Hanya saja. Lanjut dia, perusahaan di Kabupaten Karawang jumlahnya banyak dan beragam. Itu pula yang nantinya membingungkan pihak sekolah terkait kriteria yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Ia menyadari antara perusahaan yang satu dengan yang lainnya memiliki kategori dan kriteria berbeda dalam proses perekrutan karyawan. “Seharusnya ada perusahaan yang mau jemput bola ke setiap sekolahan. Tidak beda jauh seperti mereka memberikan informasi lowongan kerja ke BLK di SMK. Mumpung ini masih ada tenggang waktu pasca kelulusan.”

Sebelumnya, Wabup Jimmy menilai pembentukan ekskul khusus di SMA bisa dijadikan salah satu solusi untuk mendukung perda No 1 Tahun 2011 terkait kuota yang menyatakan 60 persen warga asli Kabaten Karawang menjadi karyawan di perusahaan. “Pihak perusahaan nantinya bisa jalin kerjasama dengan sekolah membentuk ekskul itu. Pelatihan bisa dilakukan diluar jam sekolah. Teknisnya diatur saja sendiri antara pihak perusahaan dan kepsek,” ujarnya sidak ke Honda dua hari lalu.

Melalui cara tersebut, menurut dia, tidak akan ada alasan lagi yang diungkapkan oleh pihak perusahaan SDM Karawang banyak yang tidak memenuhi kriteria atau skill menjadi karyawan, karena tujuan pendirian ekskul itu adalah melatih keterampilan dan mengasah kemampuan SDM seperti yang dibutuhkan pihak perusahaan. “Saya yakin kalau tahun ini terealisasi pembentukan ekskul khusus di SMA, maka amanat perda tenaga kerja secara bertahap akan berjalan dan bisa mencapai target di tahun tahun berikutnya.”(nji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

RSS
Follow by Email