KUTAWALUYA, Spirit
Setelah mendapat desakan dari para petani Desa Sindangmulya Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang yang mengeluh akibat tanaman padi milik mereka terserang virus dan hama wereng sehingga para petani mengalami gagal tanam dan menyebabkan kerugian hingga jutaan rupiah. Akhirnya Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) UPTD Dinas Pertanian Kecamatan Kutawaluya turun ke lapangan guna meninjau secara langsung keluhan para petani, Selasa (5/12).
Petugas POPT Kecamatan Kutawaluya dan Rawamerta, Wahyu Abdul Aziz menjelaskan setelah meninjau langsung ditemukan hama wereng yang sudah menyerangbibit tanaman di persemaian, menurutnya dampak serangan hama tersebut akan terlihat di tanaman padi yang berumur 20 hari dengan tanda-tanda tanaman padi menguning kemudian mati.
“Jadi saya menyarankan untuk melakukan tanam ulang serentak kepada para petani, dan harus dipantau sejak persemaian pada pembibitan sehingga hama tersebut dapat dikendalikan,” jelasnya.
Masih menurut Wahyu, Namun untuk teknisnya ia akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Karawang untuk penyediaan bibit dan obat. “Saat ini rata-rata petani juga mengeluhkan masalah permodalan,” tambahnya.
Sementara itu salah seorang petani desa Sindangmulya, Kurnia (32) mengemukakan bahwa pada umumnya para petani sudah mulai tidak percaya akan kinerja PPL dan Gapoktan didaerahnya karena setiap terjadi serangan hama para PPL dan Gapoktan terkesan tutup mata.
“Kurang lebih 2 hektar lahan saya terserang hama, tidak pernah ada informasi program atau apapun terkait pertanian yang sampai kepada kami para petani, ditambah penyuluhan dari UPTD Kecamatan juga sudah sangat jarang,” tegasnya.
Kurnia menambahkan untuk program dari Dinas Pertanian sampai kepada para petani ia memandang perlu adanya evaluasi terhadap kinerja para PPL dan Gapoktan yang ada.
“Ya harus dievaluasi, selama ini segala macam bantuan dan program nggak pernah sampai kepada para petani, bantuan tracktor yang manfaat nya tidak dirasakan oleh petani dan bantuan yang lainnya juga tidak pernah sampai ke petani, selama ini kita mengandalkan modal sendiri,” gumamnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian setempat, Hanafi Chaniago saat diwawancarai Spirit Jawa Barat beberapa waktu lalu menjawab tentang keluhan para petani terkait PPL, ia menjelaskan jumlah tenaga PPl di Kabupaten Karawang saat ini memang sangat minim, dari 260 an orang yang terdaftar hanya 60- an orang yang telah manjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), selebihnya adalah tenaga honorer.
“Kita menyadari memang SDM kita masih kurang, kita juga berharap dengan kondisi ini kita masih bisa bekerja dengan baik,” jelasnya.
Iapun mengutarakan tentang solusi untuk kondisi saat ini dimana para petani mengalami kerugian akibat tanaman padi para petani yang diserang hama wereng, dirinya berjanji akan mengalokasikan anggaran APBD II di tahun 2018 untuk mengasuransikan lahan para petani. Sehingga para petani tidak lagi khawatir untuk melakukan kegiatan usahanya.
“Tahun 2018 kita akan anggarkan dari APBD II untuk asuransi para petani, untuk awal 70 ribu hektar sawah akan kita asuransikan,” tegasnya. (dar)