Serangan Hama Ulat, Petani Brokoli Rugi Puluhan Juta

KUTAWALUYA, Spirit
Sejumlah petani brokoli Dusun Cikulutuk Desa Sindangkarya Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang mengalami kerugian puluhan juta setelah tanamannya diserang hama ulat. Padahal, tanaman brokoli tersebut merupakan proses tanam yang kedua, setelah tanam pertama mengalami gagal akibat hama yang sama.
Ja’i (60), salah satu petani yang mengalami gagal panen mengaku tanaman brokolinya diserang hama ulat. Dengan menggunakan lahan seluas 1 hektar untuk menanam brokoli, pihaknya telah mengeluarkan modal hingga Rp 30 jutaan.
“Modal saya lumayan besar, tapi ya begini lah hasilnya, habis diserang ulat,” katanya kepada Spirit Jawa Barat, Selasa (30/5).
Pada panen kali ini, lahan yang dikelolanya hanya dapat menghasilkan brokoli sejumlah 5 ton. Padahal, pada panen sebelumnya, meski terbilang gagal, hasil yang diperoleh masih lebih lumayan karena bisa dapat belasan ton.
Ia mengaku, sudah berusaha keras untuk mengusir hama ulat yang sering kali menyerang dengan obat-obatan yang harganya terbilang mahal. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil, justru malah semakin membandel dan hasil pertaniannya pun jelek.
Dikatakannya, ia mengaku menanam brokoli untuk tanaman antara pertanian padinya. Mengingat, lahan yang ia gunakan saat ini sering kali digunakan untuk menanam padi. Lebih lanjutnya, selang penanaman padi, ia menanam brokoli sebagai pengganti aktifitasnya sehari-hari, termasuk adanya Program Padi Palawija (PPP). “Sayang aja kalau ada lahan nganggur nggak digunakan bertanam, dan kalau untung niatnya buat modal tanam padi, eh malah kaya gini,” keluhnya.
Ia berharap kepada pemerintah setempat agar benar-benar memperhatikan petani, khususnya yang menjadi pemasok beras dan sandang pangan ke ibukota. Aapalgi, saat terjadi kenaikan komoditas hasil pertanian, pada kenyataannya keuntungan petani justru tidak bertambah. “Buat pemerintah lihatlah kami kaum bawah yang benar-benar kesusahan, jangan ketika butuh suara saja kami diperhatikan,” pungkasnya. (sep)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *