SUBANG,Spirit

Kepala Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang, H.Didi yang sempat menghilang  hampir satu tahun  meninggalkan tugasnya selaku karena takut di tangkap polisi, sekarang, sudah aktif kembali. Ia diduga terkait penipuan CPNS.

“Itupun jika di telepon sering ganti ganti nomor.Bahkan jika ada rapat  minggon suka menyuruh Sekdesnya, kata Camat Cisalak ,H Wahyu, Minggu (24/4).

Wahyu, menuturkan, pada waktu itu Didi sempat menghilang tidak masuk kantor. Untuk jalannya roda pemerintahan  pihak kecamatan menugaskan Sekdes sebagai Plh Kades. Sekarang Didi sudah mulai aktif kembali, karena itu kasus masalah pribadi, bukan menyangkut  anggaran desa, sehingga pemerintahan kecamatan tidak mau ikut campur.”

Terkait  informasi Kades Sukakerti tersandung permasalahan penipuan, menurut dia itu tanggungan Didi. Setahun yang lali ia sempat kedatangan polisi yang mengaku dari Polsek Cijambe.”Saya panggil  melalui telepon tidak diangkat  dan polisi di antar oleh petugas Satpol PP ke desanya.Bahkan ke rumahnya, ketika itu katanya tidak ada.”

Didi yang terlibat kasus Penipuan CPNS, sempat menghilang, karena dilaporkan H Komod Sudrajat, yang menjadi Korbannya ke Polsek Cijambe. Komod, Kepada Spirit Jawa Barat, di Rumahnya Kampung Cikupa RT26 RW 6 Desa Cirangkong Kecamatan Cijambe Subang, mengaku Kenal Didi melaui temannya yang mengaku pegawai Humas Setda Subang, yang juga mengaku punya jatah setiap ada pengangkatan CPNS.

Dengan kepercayaan penuh karena dikenalkan temannya dan Didi selalu memakai pakaian PNS, Komod dimintai uang sebesar Rp 74 juta rupiah, “Di jamin masuk CPNS. Tanpa curiga saya memberinya secara langsung ke tangan Didi.”

Namun setelah beberapa tahun  tidak ada penyelesaian, bahkan  waktu ada tes CPNS tahun 2013, anaknya tidakikut tes, disitulah mul;ai curiga, dan ahirnya melaporkan kejadian tersebut Kepolsek Cijambe.

Namun hingga sekarang tidak ada penyelesaianya. “Menurut informasi yang sampai di telinga saya Didi, yang sekarang jadi Kepala Desa Sukakerti, katanya menghilang, ketika mau ditangkap petugas reserse Polsek Cijambe,” ujar Komod.

Kapolsek Cijambe, Iptu Cahya, di dampingi Kanit Reskrim, Aiptu Karsa, membenarkan, pihaknya telah menangani kasus penipuan, dengan dasar pengaduan dari korban. Pahaknya telah memanggil Didi seabnayak tiga kali.

Tapi yang bersangkutan tidak datang. Karena itu petugas Reskrim Polsek Cijambe akan melakukan penangkapan, berkordinasi dengan camat dan Polsek setempat. Tapi  Didi telah menghilang.

Alasan  kasus belum tertangkapnya Didi, yang merupakan kades Sukakerti, karena itu merupakan Tunggakan  Polsek yang belum terselesaikan, karena Orangnya masih Buron entah kemana. Jajaran Petugas  Kepolisian Polsek Cijambe, masih terus berupaya mencari  informasi keberadaan Didi.

“Jika ada yang mengetahui keberadaanya, informasikan Ke Polsek Cijambe ke Nomor 082127103778/082119318413,” katanyanya.(ade)