KARAWANG, Spirit – Hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Minggu (18/1/26) pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu unit rumah warga roboh dan mengalami kerusakan berat.
Rumah yang ambruk diketahui milik Ibu Nemah, warga Dusun Bojong Tugu 2 RT 021/RW 004, Desa Rengasdengklok Selatan. Akibat kejadian itu, korban kehilangan tempat tinggal. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, satu kepala keluarga dengan empat jiwa terpaksa mengungsi karena rumah sudah tidak layak huni.
Untuk sementara, korban mengamankan diri dan mengungsi ke Kantor DPC Pejuang Siliwangi Rengasdengklok.
Berdasarkan laporan di lapangan, robohnya rumah disebabkan oleh kondisi bangunan yang sudah lapuk dan tidak mampu menahan terjangan angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan deras. Tiang penyangga dan dinding rumah runtuh hingga menimpa sebagian perabotan di dalamnya.
“Kami hanya bisa pasrah. Rumah ambruk, barang-barang rusak semua. Sekarang tinggal sementara di tempat pengungsian,” ujar Ibu Nemah dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di lokasi.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Satgas BPBD Kabupaten Karawang bersama Satpol PP Kecamatan Rengasdengklok langsung mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen, evakuasi, serta membantu proses pemindahan korban ke tempat pengungsian.

Keprihatinan juga disampaikan Ahmad Yusup, anggota DPC Ormas GMPI Rengasdengklok, yang turut meninjau lokasi kejadian. Ia berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan memberikan bantuan kepada korban.
“Ini bukan sekadar rumah roboh, tapi soal kepedulian terhadap warga kecil yang kehilangan tempat tinggalnya. Kami berharap Pemkab Karawang segera menyalurkan bantuan, baik logistik maupun material bangunan,” katanya.
Dari hasil pendataan sementara, kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp15 juta. Sementara itu, kebutuhan mendesak yang diperlukan korban meliputi bantuan permakanan, material bangunan, serta kebutuhan dasar lainnya.
Hingga Minggu sore sekitar pukul 15.30 WIB, kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah. Namun, rumah korban masih dalam kondisi rusak dan belum dapat diperbaiki.
Sementara itu, Kepala Desa Rengasdengklok Selatan, Asih Mintarsih, saat dihubungi awak media, menyampaikan bahwa pihak desa telah melakukan pemantauan langsung dan berkoordinasi dengan Satgas BPBD Kecamatan Rengasdengklok.
“Sudah kami monitoring. Insya Allah malam ini, setelah pulang dari rumah sakit, saya akan menjenguk korban di Kantor Pejuang Siliwangi,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah desa akan terus berkoordinasi dengan Satgas BPBD Kecamatan Rengasdengklok agar penanganan terhadap korban dapat dilakukan secara cepat dan tepat. (ist/red)
