KARAWANG, Spirit – Mengawali tahun 2026, Masyarakat Antar Agama Kabupaten Karawang menggelar refleksi bersama sebagai ruang doa, kepedulian, dan harapan untuk bangsa. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (16/1/2026) dan dihadiri berbagai unsur lintas agama di Karawang.
Refleksi diawali dengan penyampaian salam dari berbagai keyakinan. Suasana kebersamaan menjadi penanda kuat bahwa perbedaan agama bukan sekat, melainkan kekuatan dalam menjaga persaudaraan dan keutuhan sosial.
Moderator kegiatan, Emay Ahmad Maehi, menegaskan bahwa refleksi awal tahun ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk keprihatinan sekaligus empati bersama atas berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di tanah air.
“Ini adalah ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus doa bersama bagi saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di sejumlah daerah,” ujar Kang Emay sapaan akrabnya.
Dalam refleksi tersebut, Masyarakat Antar Agama Karawang menyampaikan keprihatinan atas bencana yang melanda beberapa wilayah, di antaranya Aceh, Padang, Medan, Kudus, dan daerah lainnya. Forum ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berkontribusi, baik melalui doa maupun dukungan nyata sebagai wujud solidaritas sosial.
Selain isu kebencanaan, forum lintas agama ini juga menekankan pentingnya kekompakan organisasi keagamaan dalam menjaga nilai iman, kesalehan umat, serta persatuan bangsa. Apresiasi disampaikan kepada Nahdlatul Ulama atas peran strategisnya selama ini dalam menjaga keutuhan bangsa, kedaulatan negara, serta nilai-nilai kemanusiaan.
Tak hanya itu, Masyarakat Antar Agama Kabupaten Karawang juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, atas komitmen dalam menjaga keragaman keyakinan dan menghadirkan pelayanan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kami berharap semangat kebersamaan lintas agama ini terus dijaga dan diperkuat, agar Karawang tetap menjadi ruang hidup yang damai dan harmonis,” tegas Kang Emay.
Refleksi awal tahun 2026 ini ditutup dengan doa bersama, dengan harapan agar rahmat dan keberkahan Tuhan senantiasa menyertai perjalanan masyarakat dan bangsa Indonesia ke depan. (red)
