KARAWANG, Spirit
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, memasukan nadran laut tahun 2017 pada rangkaian HUT Karawang yang ke-384. Hal itu dilakukan agar kemeriahan hari jadi kabupaten Karawang tidak hanya dirasakan oleh warga kota saja, tapi bisa dirasakan warga daerah khususnya di pesisir.
“Kami memberikan bantuan dana untuk kegiatan nadran laut yang digelar di empat kecamatan, hal itu agar kemeriahan hari jada Karawang bias dirasakan oleh warga yang berada di pelosok khususnya daerah pesisir,” ujar Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana saat menghadiri nadran laut di Ciparage, Minggu (17/9).
Menurutnya, Koperasi produksi perikanan laut (KPPL) Samudra Mulya yang berada di Ciparage ini merupakan koperasi nelayan terbaik. Sebab hamper setiap tahun kegiatan nadran laut ini digelar dengan meriah karena kebersamaan semua nelayan dan memiliki tempat pelelangan ikan (TPI) yang resventatif untuk semua nelayan.
“Tahun lalu saya juga dating kesini dan kondisi jalan masih jelek, tapi tahun ini jalan sudah diperbaiki dan tinggal setengahnya lagi akan dikerjakan tahun depan,” katanya.
Lebih lanjut, pihaknya juga meminta kepada semua nelayan yang belum mendaftarkan diri untuk mendapat asuransi dari kementrian kelautan, agar segera mendaftarkan dirinya ke dinas perikanan dan kelautan.
“Kita harus dukung program pemerintah pusat yang memberikan asuransi bagi nelayan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Produksi Perikanan Laut (KPPL) Samudra Mulya, Budianto mengatakan, jika tahun ini nadran laut mendapatkan anggaran dari pemerintah daerah sebesar Rp 400 juta yang dibagikan di empat kecamatan.
“Untuk di Ciparage sendiri dapat anggaran Rp 123 juta untuk nadran ini, dan sisanya merupakan swadaya dari semua nelayan,” ujarnya.
Dijelaskan, kegiatan nadran ini digelar selama tujuh hari tujuh malam dengan berbagai hiburan untuk masyarakat nelayan.
“Nadran ini setiap tahun dilakukan dan baru tahun ini dijadikan rangkaian HUT Karawang,” jelasnya.
Oleh sebab itu, lanjutnya, pihaknya juga berharap pemerintah daerah bias membantu mengangkat puing-puing jembatan yang ambruk beberapa waktu lalu. Sebab banyak kapal nelayan yang bocor terkena puing-puing itu.
“Jika anggarannya kecil bias dilakukan secara swadaya, tapi karena anggarannya cukup tinggi maka kami minta pemerintah daerah bias membantu mengangkat puing-puing itu,” katanya.
Dikatakan juga, sebab para nelayan di Ciparage ini juga sudah memberikan kontribusi yang besar melalui retribusi bagi pemerintah daerah.
“Jika target 100 persen retribusi itu Rp 400 juta, maka nelayan disini memberikan 105 persen melebihi target retribusi,” tandasnya. (bal)

