Anggota DPR-RI Fraksi Gerindra, Drg Putih Sari, menggelar acara sosiakisasi program Keluarga Berencana (KB) kerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Ratusan warga Desa Tanjung Pakis, Kecamatan Pakisjaya, Karawang, antusias mengikuti acara sosialisasi tersebut.
Dalam kesempatan itu, Putih Sari sempat memberikan arahan kepada masyarakat yang hadir, terkait pentingnya keluarga dalam menjaga kualitas hidup. Menurut Putih, di negara berkembang seperti Indonesia, program keluarga berencana menjadi salah satu program yang paling sering digalakkan.
Selain bertujuan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk, program keluarga berencana ternyata memiliki banyak keunggulan lain yang berguna dalam membina rumah tangga.
“Selain mengendalikan angka kelahiran pada setiap keluarga, program keluarga berencana dapat membuat keluarga memiliki perencanaan keuangan yang optimal,” ujar Putih Sari, Anggota DPR-RI asal daerah pemilihan (dapil) VII Bekasi, Karawang, dan Purwakarta tersebut kepada Spirit Jawa Barat, Minggu (5/11).
Sebaliknya, kata Putih Sari, dengan membatasi jumlah anak, maka keuangan keluarga akan jauh lebih stabil dan terorganisir. “Dengan mengikuti program keluarga berencana, seseorang akan memperhitungkan jumlah anak yang ingin dimiliki,” tuturnya.
Selain Putih Sari, hadir narasumber lain seperti perwakilan dari BKKBN Provinsi Jawa Barat, Elma Tri Yulianti, dan perwakilan BKKBN Karawang, Selamet Muyana. Dalam pemaparannya, kedua narasumber lain menguatkan apa yang sudah disampaikan sebelumnya oleh Putih Sari.
Elma Tri Yulianti mengatakan, Jawa Barat merupakan provinsi nomor satu dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Banyaknya jumlah penduduk ini, kata Elma, bisa menjadi kekuatan besar jika penduduknya memiliki kualitas baik. Sebaliknya, jika kualitas buruk justru akan berdampak buruk bagi kehidupan penduduknya.
“Jadi dengan program KB inilah diharapkan masalah itu tidak terjadi, sehingga laju pertumbuhan penduduk bisa terkontrol dengan baik,” ujar Elma.
Selain itu, lanjut Elma, sebagai makhluk hidup, manusia harus bisa merencanakan dan menjaga alat reproduksi agar bisa lebih sehat. Yakni dengan menjaga dari penyakit maupun dijaga secara etika.
“Karena alat reproduksi ini akan dipakai selama kita hidup. Salah satunya jangan dipakai sebelum menikah. Orang tua harus bisa memberitahu anak remaja agar tidak terjadi,” ujar dia.
Senada juga diungkapkan perwakilan BKKBN Karawang, Selamet Mulyana. Dia mengatakan, saat ini ada sebanyak 2,4 Juta lebih jumlah penduduk Karawang. Padahal kata dia, sekitar tahun 1987, jumlah penduduk Karawang hanya berkisar di angka 1 Juta.
“Artinya laju pertumbuhan penduduk ini sanga tinggi. Untuk itu pemerintah kembali menggalakkan proram sosialisasi KB melalui penguatan program KKBPK melalui kegiatan KIE kreatif bersama mitra kerja,” ungkapnya.
Selain mendapatkan pemahaman soal pentingnya ikut program KB, peserta yang didominasi kaum ibu itu juga berkesempatan mendapatkan hadiah menarik seperti handphone yang disiapkan oleh Putih Sari. Sehingga menambah semangat peserta. (not)

