PURWAKARTA, Spirit



Para pengurus dan anggota LSM dari NKRI datangi Pabrik PT. South Pasific Viscose (SPV) untuk beraudensi mengenai lingkungan hidup, para anggota dan pengurus LSM tiba di Pabrik yang berkantor pusat di Negara Austria tersebut pukul 08.00 WIB sampai 18.00 WIB sesuai pemberitahuan ke pihak Kepolisian.

Adapun topik yang disampaikan mengenai lingkungan hidup dan pengelolaan air sungai Citarum Audiensi akan diikuti ratusan orang dari LSM itu.

PT. South Pacific Viscose merupakan PMA dari Austria, perusahaan tersebut telah membuktikan komitmen dalam pengelolaan mengenai lingkungan hidup. Lokasi pabrik sendiri berlokasi di Purwakarta, dengan predikat Proper Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup.

“Kami menerima kehadiran LSM Laskar NKRI dengan baik dan mengapresiasi topik lingkungan hidup dalam audiensinya,” ujar Widi Nugroho Sahib selaku Head of Corporate Affairs PT. South Pacific Viscose, Rabu (24/01) di ruang kerjanya.

Ditambahkan oleh Widi Nugroho, bahwa PT. South Pacific Viscose menerapkan standarisasi global yang sangat ketat dalam proses produksinya, termasuk dalam pengelolaan lingkungan di sekitar pabrik yang telah berdiri sekitar lebih dari 30 tahun tersebut.

Inisiatif PT. South Pacific Viscose terhadap lingkungan hidup telah dilaksanakan oleh pihak perusahaan, sebelum pemerintah mencanangkan program nasional Citarum Bersih pada bulan Januari 2018.

Seperti diberitakan di berbagai media bahwa Sungai Citarum adalah sungai paling kotor di seluruh dunia, keadaan itu membuat Presiden Joko Widodo menugaskan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman – Luhut Binsar Panjaitan serta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM – Wiranto supaya menyelesaikan urusan ini secara terintegrasi.


Christian Oberleitner selaku Presiden Direktur PT. South Pacific Viscose , saat menanam pohon di akhir tahun 2017 lalu

Terpisah, Menko Kemaritiman menjamin, bila niat baik dari pemerintah ini ternyata dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk membuat keresahan, maka dapat dilaporkan ke Kementerian Polhukam.

“Jangan gunakan niat baik pemerintah ini menjadi keresahan terutama untuk investor asing, yang akan investasi di Indonesia dengan alih teknologi serta standarisasi yang tinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup,” tegas Luhut di Bandung (16/01) sebelum Rapat Kabinet Terbatas.

Maka bila ada pihak-pihak yang memakai isu lingkungan hidup justru untuk membuat keresahan supaya segera dilaporkan.

Menurut Luhut, bahwa tahun 2018 adalah tahun politik yang harus dijaga stabilitas situasi keamanannya. (Adw)