KARAWANG, Spirit – Upaya mediasi antara DPD Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI) Karawang dengan pihak pengelola Kawasan Industri Surya Cipta dipastikan gagal total. Pertemuan yang digelar Selasa (10/2/26) dinilai hanya sebatas formalitas dan tidak menyentuh substansi persoalan kerusakan lingkungan serta kerugian warga Ciampel.
Kekecewaan mencuat lantaran pihak pengelola kawasan hanya menghadirkan manajer keamanan (security) dalam forum mediasi. GMPI menilai kehadiran pihak non-pengambil kebijakan tersebut sebagai bentuk ketidakseriusan dalam menyelesaikan persoalan yang dialami masyarakat terdampak.
Mediasi sendiri berawal dari laporan warga yang terdampak pembangunan proyek jalan dan kavling di kawasan Surya Cipta. Proyek tersebut diduga menjadi pemicu tanah longsor, kerusakan rumah warga, hingga rusaknya akses jalan desa yang menjadi jalur vital aktivitas masyarakat.
Wakil Sekretaris DPD GMPI Karawang, Fuad Hasan, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam melihat kondisi masyarakat yang terus dirugikan.
“Langkah selanjutnya, kami akan datang dengan massa yang lebih besar lagi. Ini bukan sekadar persoalan proyek, tapi menyangkut keselamatan dan hak hidup masyarakat,” tegas Fuad.
GMPI menilai proyek pembangunan di kawasan Surya Cipta sebagai potret kegagalan pembangunan berkeadilan. Alih-alih membawa kesejahteraan, proyek justru disebut menimbulkan penderitaan bagi warga sekitar.
“Pembangunan tidak boleh berdiri di atas penderitaan rakyat. Investasi tidak boleh tumbuh dari tangisan warga yang kehilangan rumah dan tanahnya,” ujar Fuad.
“Yang dikorbankan bukan beton atau aspal, tapi manusia. Keuntungan dinikmati segelintir pihak, sementara risikonya ditanggung masyarakat,” timpalnya.
Dalam pernyataan sikap resmi, GMPI bersama masyarakat terdampak menyampaikan lima tuntutan utama kepada pengembang dan pemerintah daerah, yaitu:
- Menghentikan sementara proyek pembangunan hingga dilakukan audit menyeluruh dampak lingkungan dan keselamatan warga.
- Menuntut pertanggungjawaban penuh pengembang dan dinas terkait atas seluruh kerugian warga, material maupun nonmaterial.
- Mendesak Pemkab Karawang dan instansi berwenang turun langsung ke lapangan dan bertindak nyata.
- Menuntut ganti rugi kerusakan rumah, tanah warga, serta perbaikan infrastruktur desa tanpa penundaan.
- Menolak pembangunan yang mengorbankan keselamatan rakyat demi kepentingan investasi.
GMPI dan Warga Siap Turun ke Jalan
GMPI menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan penyelesaian. Jika tuntutan tidak direspons serius, GMPI bersama masyarakat Ciampel memastikan akan menggelar aksi demonstrasi lanjutan di kawasan Surya Cipta.
“Kami tidak akan diam. Jika suara rakyat diabaikan, kami bersama masyarakat akan turun langsung. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan menutup akses kawasan sebagai bentuk perlawanan,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, GMPI menegaskan posisinya sebagai gerakan rakyat yang akan terus berdiri di barisan depan memperjuangkan keadilan sosial.
“Pembangunan tanpa keadilan adalah penindasan. Investasi tanpa tanggung jawab adalah kejahatan sosial. GMPI akan selalu berdiri bersama rakyat,” pungkasnya. (ist/red)
