BEKASI, Spirit – Pembangunan saluran air atau drainase sepanjang Jatikramat Raya yang tengah dilakukan diprotes warga. Sodik salah seorang warga Jatikramat dengan nada tinggi menilai drainase yang sedang dibangun sangat merugikan dirinya. “Saluran airnya kagak jelas Bang, kemana arahnya. Ini hujan sebentar saja air menggenang lantas salurannya dibelokkan ke lahan pekarangan saya. Kagak danta itu,” kata Sodik dengan dialek Bekasinya.
Menurutnya selama pembangunan drainase yang terjadi gundukan sisa tanah dibiarkan berantakan. “Okelah kalau alasan belum ada karung bisa dipahami. Meskipun saat hujan turun jadi jalanan licin dan berbahaya bagi pengemudi motor. Yang bikin kesal justru aliran air dibelokkan ke tanah kita. Pokoknya saya kagak terima,” ketusnya.
Kekesalan Sodik sangat beralasan karena memang para pekerja bangunan tersebut sama sekali tidak perduli, termasuk salah seorang buruh yang mengaku bernama Ujang yang justru beralasan hanya sementara. “Namanya juga masih dibangun ya warga musti maklum dulu. Nanti kalau sudah selesai juga dibenahi,” bela Ujang.
Informasi Ujang, pekerjaan proyek drainase hanya sepanjang 70 meter menelan anggaran sebesar Rp 196 juta. Namun pada kenyataanya, terkesan dikerjakan asal-asalan.
Sementara dari pantauan Spirit Jawa Barat di lapangan ditemukan masih banyak kekurangan. Dari standar operasional prosedur (SOP) yang masih jauh dari peraturan seperti tanah berantakan hingga jalan raya dan papan proyek pun sama sekali tidak ada termasuk juga safety line yang seharusnya menjadi pembatas.
Tahapan prosedur pekerjaan yang jelas telah dilanggar yakni tidak adanya pengawas di lapangan dalam pemantauan proyek. Kabarnya pekerjaan tersebut adalah proyek Dinas Bina Marga dan Tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi. (kos)
KETERANGAN FOTO
Beginilah kondisi drainase yang dibangun Disbimarta sering terjadi pelanggaran SOP di lapangan hingga merugikan warga. FOTO KOSASIH