PKL Pasar Rengasdengklok Ditertibkan

RENGASDENGKLOK, Spirit

Petugas Trantib Kecamatan Rengasdengklok melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang membandel berjualan di badan jalan, di sepanjang Jalan Proklamasi depan pasar Rengasdengklok, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (19/9).

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Kasie Trantib) Kecamatan Rengasdengklok, Junaedi, yang turun langsung ke lokasi menjelaskan, pihak kecamatan selama ini telah banyak mendengar keluhan masyarakat terkait pasar yang tumpah kejalan, dan mengakibatkan kemacetan di sepanjang Jalan Raya Proklamasi, depan pasar Rengasdengklok.

“Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Apalagi di pagi hari, banyak pengguna jalan yang melintas, mulai dari berangkat kerja, berangkat ke sekolah dan yang beraktivitas lain,” jelas junaedi kepada Spirit Jawa Barat, Selasa (19/9).

Namun, Junaedi, mengatakan, macetnya Jalan Raya Proklamasi bukan semata-mata disebabkan adanya PKL, tetapi ada faktor lain seperti, sampah yang berserakan sampai ke jalan, angkutan umum yang mencari penumpang di pinggir jalan, dan lokasi parkir di pinggir jalan.

“Kalau melihat langsung ke lapangan, kayaknya kita tidak bisa bekerja sendiri, untuk PKL mungkin kecamatan masih ada wewenang melalui kasie trantib selain UPTD pasar, tapi kalau sudah urusan angkutan umum dan parkiran itu kan ada Dinas Perhubungan, dan urusan sampah juga ada petugas kebersihannya (DLHK). Tentunya hal ini harus ada koordinasi dari beberapa instansi di pemerintahan untuk membuat Rengasdengklok tertib, aman dan nyaman,” paparnya.

Dengan kondisi pasar saat ini, Junaedi mengakui, membutuhkan perhatian khusus. Ia berjanji akan terus memantau kondisi pasar serta lalu lintasnya, dan akan melaporkannya kepada camat untuk ditindak lanjuti dengan berkoordinasi dengan instansi yang lain seperti Dinas Perhubungan untuk angkutan umum, DLHK untuk petugas kebersihan, dan kepolisian untuk lalu lintasnya.

“Jangan sampai ada kejadian, ini contoh ya, ada seorang warga yang sakit dan harus segera tertolong untuk dibawa ke Rumah Sakit dengan ambulance, dan karena macet di Pasar Rengasdengklok terlambat ke sampai RS, dan si warga meninggal dunia, coba gimana tuh?,” jelas Junaedi beranalogi.

Dihubungi terpisah, Camat Rengasdengklok Asep Wahyu Suherman, mendukung sikap Kasie Trantib untuk menertibkan PKL pasar Rengasdengklok yang sudah menggunakan badan jalan untuk menggelar dagangannya.

“Saya juga telah mengintruksikan pak Junaedi, (Kasie Trantib) bekerjasama dengan UPTD pasar dan Paguyuban PKL pasar Rengasdengklok dalam hal menertibkan para PKL. Dengan harapan para PKL tak berjualan di badan jalan yang masih belum selesai diperbaiki, itu mengganggu lalu lintas dan aktivitas masyarakat Rengasdengklok sendiri,” terangnya.

Asep juga menyadari dalam menertibkan pasar Rengasdengklok tidak akan berjalan dengan baik apabila bekerja sendiri, menurutnya harus ada kerja sama dengan pihak terkait yang lain.

“Seperti sampah yang terlihat tak terurus, itukan ada petugas kebersihannya dan saya akan berkoordinasi dengan UPTD instansi terkait. Bahkan akan berkoordinasi langsung dengan pihak kabupaten melalui dinas terkait, apabila ada kekurangan personel atau armada truk untuk mengangkut sampah, memang pasar Rengasdengklok ini tinggi produksi sampahnya,” pungkasnya.(dar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *