KARAWANG, Spirit – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang, H. Sopian meminta agar Penyuluh Agama terus mengawal dan mensosialisasikan program-program Kemenag kepada masyarakat.

“Terima kasih atas kekompakan dan kebersamaan Penyuluh Agama yang selama ini berjalan dengan baik. Peran Penyuluh Agama sangat penting sebagai pelaksana kebijakan atau kepanjangan tangan kepala kantor di lapangan. Oleh karena itu harus tetap aktif untuk mensosialisasikan program-program yang ada,” ujar H. Sopian, Rabu (26/8).

Salah satu program yang perlu terus disosialisasikan, kata H. Sopian, yaitu Kampung Santri sebagai program unggulan yang akan dilanjutkan setelah Karawang dinyatakan bebas dari pandemi covid-19.

“Kampung Santri akan terus dilanjutkan karena program ini akan menjadi percontohan tingkat nasional. Kampung Santri menjadikan Kemenag Karawang ikonnya Jawa Barat,” ucapnya.

H. Sopian menjelaskan, media sosialisasi yang bisa dimanfaatkan Penyuluh Agama di saat pandemi seperti media sosial (medsos).

“Dengan media sosial, sosialisasi dan tranformasi informasi program Kemenag bisa dilakukan dengan men-share kegiatan Penyuluh Agama ke media sosial. Cara ini tentunya akan meminimalisir terjadinya penyerbaran covid-19,” jelasnya.

H. Sopian menambahkan, untuk memberikan pemahaman Penyuluh Agama terkait tugas dan fungsinya di tengah masyarakat. Kemenag Karawang telah menggelar SAPA (Sarapan Bersama Penyuluh Agama) yang merupakan salah satu program direktif dari sebelas program unggulan Kemenag yang dilaksanakan secara nasional.

SAPA diikuti 40 Penyuluh Agama fungsional pada Selasa (25/8), dihadiri langsung Kepala Kantor Kemenag Karawang, Plt Kasi Binmas (H. Wirmo), Pelaksana Seksi PD Pontren (H. Opa) dan Ketua Pokjaluh Karawang (H. Yakub Lubis Alpauji). (apn/dea)