KARAWANG, Spirit

Tak hanya tempat lokalisasi Se’er yang telah dibongkar, ibarat jamur, pool pasir ilegal dan warung Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Interchange Karawang Desa Anggadita, Kecamatan Klari, juga kembali menghiasi wajah Kabupaten Karawang. Hal itu disinyalir akibat molornya rencana pembangunan taman dan gapura selamat datang yang sempat dijanjikan pemerintah. Kepala Desa Anggadita, Agustia Mulyana, mengatakan, Bupati dan Wakil Bupati terpilih nanti, harus mampu menata Kecamatan Klari. Disisi lain, pembangunan taman dan gapura selamat datang di sepanjang jalan menuju gerbang tol Karawang Timur harus segera direalisasikan, dengan melakukan penertiban kembali kepada para PKL dan pengusaha pasir ilegal. Pasalnya, para PKL dan pemilik pool pasir yang sebelumnya dibongkar, seperti tak jera dengan kembali membangun bangunan semi permanen. “Kami ingin rencana pembangunan taman, dapat direalisasikan secepatnya, ” kata Agustia, kepada Spirit Karawang. Selasa (26/1). Dikatakan Agustia, aktifitas bongkar muat pasir dan PKL di ruas jalan tersebut, dinilai membahayakan pengguna jalan yang melintas. Selain itu, bahu jalan terlihat sangat kumuh terlebih jalur tersebut rawan kemacetan. Keberadaan parkir sembarangan sejumlah dump truk menambah keruwetan akses masuk pintu tol Karawang Timur tersebut.

“Kami ingin itu dapat dilakukan tindakan tegas, karena sudah sangat semrawut di jalan menuju gerbang tol Karawang Timur. Saya mensinyalir keberadaan mereka dibekingi oknum preman,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah harus segera menata kembali secara menyeluruh agar target Adipura dapat tercapai. Di samping itu, pembangunan gapura selamat datang dan taman harus segera dilakukan agar ‘wajah’ Kabupaten Karawang terlihat lebih baik.

“Kami ingin Karawang tertib, dan mendapatkan juara Adipura. Karena keberadaan PKL dan aktifitas bongkar muat pool pasir sudah sangat meresahkan sekali,” ungkapnya.

Dia menambahkan, semua pihak harus mendukung penataan interchange Karawang Timur,agar tertib dan rapi. “Kami ingin membangun Karawang, dengan penataan yang lebih baik. Untuk itu pemimpin terpilih nantinya harus memprioritaskan pembangunan Tol Karawang Timur, ini bukan masalah proyek tapi untuk kepentingan masyarakat Karawang sebagai identitas suatu kota,” pungkasnya.(yan)