FOTO HL
PETUGAS kepolisian bersenjata lengkap berjaga-jaga di restoran siap saji asal Amerika Serikat. Foto: Aditya Nugraha

KARAWANG, Spirit

Sesaat pasca terjadinya teror serangan bom di kawasan Sarinah Thamrin , Jakarta Pusat, Kamis (14/1) sekitar pukul 10.00 WIB,  sejumlah objek vital dikawal ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap. Polisi pun melakukan penyekatan di sejumlah akses keluar masuk dari dan menuju Ibukota Jakarta di Kabupaten Karawang. Dampak teror serangan bom terhadap pos polisi dan sejumlah tempat di Jakarta, Markas Komando Polres Karawang langsung dijaga ketat sejumlah petugas. Satu per satu tamu yang hendak memasuki area Polres diperiksa secara maksimal. Tak hanya itu, sejumlah akses jalan keluar masuk dari dan menuju Ibukota dari Karawang langsung dilakukan penyekatan oleh petugas bersenjata lengkap. Daerah Tanjungpura, Cikampek, Tol Cikampek –Jakarta KM 66, 62 dan 42 pun tak luput dari penjagaan petugas.

Sementara itu, di dalam kota petugas bersenjata lengkap terlihat mengawal sejumlah lokasi makanan siap saji asal Amerika Serikat seperti KFC, Mc Donald, dan lainnya.

Kapolres Karawang, AKBP Andi M Dicky , mengatakan, pasca terjadinya serangan bom di Jakarta, dirinya mendapat perintah status siaga 1. Satuan elite Sabhara, dan satuan lalu lintas langsung menggelar penyekatan dan operasi pemeriksaan kendaraan yang keluar masuk Karawang.

“Karawang kan penyangga Ibu Kota, jadi kami lakukan penyekatan khawatir adanya pergerakan para pelaku baik menuju ataupun keluar dari Ibu kota,” kata Kapolres Usai menggelar apel siaga 1 pasukannya, di Mapolres Karawang, Kamis (14/1).

Dia pun sudah memerintahkan pasukannya untuk melakukan penyekatan dan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang mencurigakan di perbatasan Karawang menuju Jakarta. Tak hanya itu, sejumlah lokasi yang ada di rest area ataupun dalam Karawang kota turut dijaga untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

“Beberapa lokasi makanan siap saji di rest area sudah dijaga pasukan. Karena serangan di Jakarta terjadi di Starbuck Coffee , ya,” katanya.

Akses keluar dijaga

Sementara, Kasubbag Humas Polres Karawang, AKP Marjani, menambahkan, akses keluar masuk Mapolres Karawang tadi terpaksa dijaga ketat, menyusul pengeboman pos polisi dan penembakan terhadap polisi di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat.

“Tapi tidak berarti pelayanan masyarakat terhenti. Pelayanan kami tetap berjalan, hanya saja kami siaga penuh,” kata Marjani.

Sementara itu warga Karawang menyatakan rasa keprihatinannya atas kejadian pengeboman di Pusat Perbelanjaan Sarinah Jakarta Pusat. Sebagaimana disampaikan Slamet, warga Jln Dewi Sartika, agar kejadian tidak merembet ke daerah seperti Karawang. Ia berharap daerah lain tetap aman dan kondisinya dapat terkendali.

“Sesungguhnya sekarang jadi takut juga mengunjungi mal atau hotel berbintang. Apalagi jika tempat-tempat itu biasa dikunjungi ‘bule’. Katanya mereka kan, yang jadi sasaran?” ujar Slamet.(dit/cr2)