CILAMAYA KULON, Spirit
Masjid Jamie Baitul Muttaqin yang berlokasi di Kampung Pasir Kukun Desa Sukamulya Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang berdiri sejak tahun 1990 dan baru tahun 2017 dilakukan pemugaran. Pembangunan dilakukan secara swadaya berdasarkan usulan masyarakat yang menginginkan bangunan masjid lebih besar untuk menampung jamaah lebih banyak. Selain itu, karena kondisi bangunan juga telah banyak yang usang dan layak untuk dilakukan perbaikan.

“Masyarakat pada ngeluh, ingin dilakukan pembangunan. Selain sempit, tipe bangunan sudah usang alias jadul. Awalnya mau direhab, setelah dicek ternyata material bangunan sudah pada rusak, terpaksa kita bongkar semua. Itupun atas kesepakatan bersama,” ungkap ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitul Muttaqin, Uay Solehudin kepada Spirit Jawa Barat, Rabu (23/8).
Dikatakan Uay, pembangunan masjid dimulai sejak bulan Januari 2017 lalu dengan luas 17 X 15 meter, ketinggian 18 meter, dan dua buah menara. Kata Uay, diperkirakan pembangunan masjid tersebut bakal menghabiskan uang sebesar Rp 1,8 miliar.
”Alhamdulillah pembangunan berjalan lancar. Namun, kami sebagai DKM sangat mengharapkan kepedulian Pemkab Karawang atas bantuan dana. Juga, bantuan dari masyarakat serta para donatur agar pembangunan masjid ini cepat selesai,” katanya menambahkan.
Terpisah, Panitia Pembangunan Masjid Jamie Baitul Muttaqin, Rustono mengaku membutuhkan uluran tangan dari Pemkab khususnya Cellica Nurrachadiana selaku Bupati Karawang. Karena, anggaran yang dibutuhkan tersebut terbilang cukup banyak, bila hanya mengandalkan partisipasi masyarakat dikhawatirkan pembangunan memakan waktu lama.
“Kami atas nama panitia mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah memberikan bantuan baik tenaga maupun harta, khusunya terhadap ketua DKM Bapak Haji Uay selaku donatur utama. Mungkin tanpa dukungannya, masjid ini entah kapan bisa dilakukan renovasi. Untuk sementara pelaksanaan shalat dan kegiatan keagamaan lainnya dilakukan di ruko milik ketua DKM,” pungkasnya. (wan)
