KOTABARU, Spirit

Dua bus rombongan yang mengangkut sejumlah karyawan perbankan dari 5 Cabang Bank BRI, kunjungi pelaku usaha rumah industri Kampung Boneka di Desa Cikampek Utara Kecamatan Kotabaru, Karawang. Dalam kunjungannya tersebut, 5 cabang dari Bank BRI berasal dari Bank BRI Cabang Cikampek, Karawang, Purwakarta, Tambun dan Bandung.

Dalam kesempatan ini, puluhan karyawan perbankan tersebut langsung memborong sejumlah boneka berbagai jenis dan ukuran guna dibawa pulang menjadi buah tangan bagi keluarganya.

Dikatakan salah satu perwakilan karyawan perbankan asal Bank BRI Cabang Tambun, Agus S mengatakan, kunjungan tersebut dalam rangka melakukan sebuah analisa terhadap para pelaku usaha boneka rumah industri yang dinilai pimpinannya, merupakan sebuah pangsa pasar bisnis yang begitu prospektif ditilik dari perputaran uang yang ada.

“Kami melakukan analisa di Kampung Boneka Cikampek ini. Mulai dari cara proses awal, pembuatan, hingga di distribusikan ke toko atau grosiran hingga dijual belikan lagi ke seluruh Kota atau Kabupaten yang ada di Indonesia,” ucap Agus kepada awak media, Jumat (6/10).

Selain itu, sambungnya, banyak pengrajin boneka yang dirasanya sangat membutuhkan banyak modal untuk melakukan peningkatan usahanya di bidang rumah industri tersebut.

“Setau saya, selama ini, hampir sudah tiga tahun, kami dari Bank BRI sudah melakukan kerjasama yang baik dengan para pengrajin di Kampung Boneka guna memberikan modal usaha melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Banyak yang meminjam modal hingga ratusan juta rupiah guna menjalankan bisnis rumah industri boneka ini. Dengan keuntungan yang begitu baik dan market pemasaran yang baik dilakukan para pelaku usaha rumah industri, juga kami memberikan anggunan atau bunga yang kecil terhadap mereka guna dapat terus menjalankan bisnis usahanya ini,” paparnya.

Ditempat yang sama, Tugiman, Manager KUR Bank BRI cabang Bandung menilai, pangsa pasar yang di Kampung Boneka Cikampek berdasarkan analisa dan observasinya, tentu Bank BRI dapat memberikan bantuan usaha berupa modal usaha terhadap para pengrajin boneka rumah industri.

“Seharusnya ini dapat dikelola dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, karena dari penelusuran saya terhadap para pengrajin disini, omset mereka bisa mencapai ratusan juta dalam perbulan dan milyaran rupiah dalam setiap tahunnya. Bayangkan saja kalau hal ini juga bisa diberdayakan oleh Disperindag Kabupaten Karawang, ya minimal bisa dibantu melalui BUMDes desa setempat untuk bantuan usaha ini. Sebab saya menilai, perputaran uang disini sangat menguntungkan para pelaku usaha grosiran dan penjualan pasar di luar daerah. Contohnya, boneka seperti Spongebob berukuran kecil ini harganya hanya Rp 25.000 dari pengrajin, di grosiran mencapai Rp 40.000, dan ketika di kirim ke luar daerah, harganya mencapai 5x lipat dari harga pengrajin,” ungkapnya.

Baca juga : http://spiritjawabarat.com/warga-dan-yayasan-sepakat-tutup-pembangunan-patung-buddha-dan-altar/

Oleh sebab itu, dirinya meminta terhadap Pemkab Karawang guna melirik potensi pertumbuhan ekonomi yang ada di Kampung Boneka Cikampek Utara guna menunjang kesejahteraan warganya yang lebih baik lagi.

“Harapan saya ya begitu, Kampung Boneka Cikampek ini bisa dijadikan obyek wisata sentra industri rumahan dan tentunya pemerintah setempat pun harus bisa merangkul semua pengrajin dan pelaku usaha boneka ini,” harapnya.

Dari pantauan di lokasi, selain membeli boneka yang menurut sejumlah karyawan perbankan tersebut murah dan ekonomis, kunjungan itu dilanjutkan ke lokasi pembuatan proses awal boneka di sebuah rumah yang disulap menjadi industri rumahan.

Ditambahkan Endang, pemilik sekaligus pengrajin boneka di Kampung Boneka menambahkan, pihaknya merasa beruntung karena selama ini sudah terjalin kerjasama baik dengan Bank BRI karena pinjaman modal melalui program KUR BRI yang dirasanya memudahkan para pelaku usaha kecil rumahan, bisa tetap menjalankan bisnisnya.

“Alhamdulillah sudah berjalan tiga tahun, setiap tahunnya saya meminjam modal sebesar Rp 100juta untuk meningkatkan nilai usaha saya di bidang industri rumahan ini,” tambahnya. (not)