KARAWANG – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakeyan Santang Karawang telah menerjunkan mahasiswanya untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sejak 1 September 2021. Kegiatan KKN yang mengusung tema membangun desa melalui pendidikan dan ekonomi keluarga ini dijadwalkan akan berlangsung hingga 30 September mendatang.

Ketua STIT Rakeyan Santang Karawang, Hendar, didampingi Koordinator Tim KKN, Rahman Tanjung, Ketua Tim KKN, Rini Novianti Yusuf, dan Anggota Tim KKN, Devi Sulaeman, mengatakan, KKN tahun ini diikuti sebanyak 38 mahasiswa dari program studi PIAUD (Pendidikan Islam Anak Usia Dini) dan PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah).

“Mereka kami terjunkan ke Desa Kutapohaci yang berlokasi di Kecamatan Ciampel, Karawang,” ujar Hendar, belum lama ini.

Hendar menjelaskan, dalam upaya merealisasikan tujuan untuk menguatkan program pembangunan desa melalui pendidikan dan ekonomi keluarga, 38 mahasiswa yang dibagi ke dalam 16 kelompok dengan didampingi 16 dosen pembimbing lapangan (DPL) telah melakukan berbagai kegiatan di 8 RW yang ada di Desa Kutapohaci.

Dalam pogram membangun desa melalui bidang pendidikan, mahasiswa melakukan penguatan pembelajaran luring/daring (situasional) bagi guru untuk semua mata pelajaran di PAUD/TK atau SD/MI, pendampingan pembelajaran luring/daring siswa untuk semua mata pelajaran di TK/PAUD atau SD/MI, pendampingan kepada orang tua dalam membimbing anak belajar di TK/PAUD atau SD/MI.

Kemudian, mendesain, membuat, melengkapi dan menggunakan media pembelajaran luring/daring untuk sasaran program dan jenjang pendidikan yang telah ditentukan, membantu administrasi sekolah untuk sasaran program dan jenjang pendidikan yang telah ditentukan, melakukan penataan ruang kelas agar lebih menarik, dan kegiatan lainnya.

Sedangkan dalam upaya membangun desa melalui bidang ekonomi keluarga, mahasiswa melakukan pendataan dan pendampingan UMK (Usaha Mikro dan Kecil) yang berada di desa, mulai dari profil UMK, manajemen usaha, pemasaran, SDM UMK, proses produksi, keuangan, legalitas, dan pengembangan produk.

Lalu, merintis UMK berbasis potensi lokal, melakukan pendataan untuk bahan program wirausaha keluarga sebagai tindak lanjut hasil KKN, pemberian dan penguatan keterampilan fungsional bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 (PHK) sesuai dengan keahlian dasar yang dimiliki, penguatan dan pendampingan dalam inovasi produk, peningkatan mutu dan pemasaran serta manajemen usaha berbasis IT bagi pengusaha kecil/kaki lima/tidak memiliki usaha yang terdampak Covid-19.

Selanjutnya, pemberian, penguatan keterampilan fungsional berbasis potensi lokal dan memotivasi semangat kerja/penggalian kreativitas dan potensi diri bagi keluarga sesuai dengan kebutuhan masyarakat, pendampingan, penggalian hobi, kreativitas dan potensi diri ibu rumah tangga dan calon ibu rumah tangga yang tidak bekerja dalam upaya meningkatkan penghasilan keluarga, dan lainnya.

“Terima kasih kepada Kepala Desa Kutapohaci Pak Sukandi yang telah menyambut baik berlangsungnya kegiatan KKN. Semoga kegiatan KKN bisa berjalan lancar hingga hari terakhir. Melalui kegiatan KKN ini juga bisa mendukung dan menguatkan penanggulangan dampak Covid-19 di bidang pendidikan dan ekonomi yang dilakukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Lebih khususnya mampu mengantarkan Desa Kutapohaci lebih maju baik dalam bidang pendidikan maupun ekonomi,” harapnya. (dea)