PURWAKARTA, Spirit – Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, memimpin pemeriksaan terhadap 800 orang siswa perokok aktif di SMKN I Purwakarta Jalan Raya Maracang-Curug, awal pekan ini. Petugas dari Dinas Kesehatan terlihat memeriksa gigi dan mulut pelajar perokok untuk mengetahui pelajar itu sudah menghentikan kebiasaan merokoknya atau belum.
Melalui pemeriksaan gigi dan mulut, menurut Dedi, dapat ditemukan zat nikotin dan zat lain dalam rokok yang masih tersisa pada bagian tersebut. Disela kegiatan, Dedi menegaskan jika siswa yang sebelumnya sudah diketahui merokok secara aktif dan belum menghentikan kebiasaannya, pihaknya tidak segan untuk memberikan Surat Peringatan I.
“Sebelum ini kita periksa 2.000 orang siswa. Dari jumlah itu ada 800 siswa perokok aktif. Hari ini dari 800 siswa itu ternyata 400 siswa masih merokok secara aktif. Jadi kami langsung memberikan surat peringatan kepada mereka,” katanya.
Dedimenambahkan, selain surat, ada sanksi lain yang siap diterapkan ketika pelajar “keukeuh” dengan kebiasaan merokoknya. Menurut bupati sanksi berupa pemotongan nilai raport akan dialami oleh siswa ketika membandel.
“Bulan Desember nanti kita akan memeriksa kembali, kalau tidak berubah juga, nilai setiap mata pelajaran di raport mereka akan hilang sebanyak 2 poin. Kalau ulangan dapat 7 maka di buku raport akan ditulis 5.Jika anak itu tidak mengindahkan surat peringatan, tidak menutup kemungkinan sanksi tidak naik kelas hingga dikeluarkan dari sekolah akan kita terapkan,” ujarnya.
Melalui pemeriksaan rutin ini Dedi berharap tingkat kedisiplinan pelajar di daerahnya dapat lebih meningkat. Menurut dia, ini penting untuk menekan jumlah pelajar perokok aktif di semua tingkatan sekolah.
“Ini pembelajaran saja agar mereka disiplin. Disamping gak bagus untuk kesehatan, merokok juga merusak tatanan ekonomi keluarga. Apalagi kalau keluarganya tidak mampu, bisa lebih repot,” katanya.(riz)
