KARAWANG, Spirit – Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana berjanji akan menghidupkan kembali sejumlah kesenian khas Karawang dan akan ditampilkan kembali di setiap acara pemerintahan maupun acara sekolah. Bahkan, jika perlu kesenian daerah tersebut akan dimasukan kembali ke dalam muatan lokal sekolah.
“Karawang memiliki kesenian unggulan seperti topeng banjet, ajeng, dan jaipongan. Namun saat ini kesenian tersebut nyaris jarang tampil diberbagai event. Bahkan, beberapa di antaranya nyaris punah,” ujar Cellica usai membuka Musda III Dewan Kesenian Karawang (DKK) yang gelar di salah satu hotel berbintang di kawasan Karawang Barat, Selasa (27/9).
Melalui DKK, dirinya menyatakan akan membangkitkan kembali semua kesenian tersebut, hingga dikenal oleh masyarakat luas, terutama generasi yang akan datang. Cellica optimis kesenian khas Karawang akan kembali hidup jika sering tampil dalam berbagai kesempatan.
“Jika perlu kesenian itu diajarkan di sekolah-sekolah melalui mata pelajaran muatan lokal,” katanya.
Cellica juga berjanji akan lebih memperhatikan kesejahteraan para seniman Karawang agar para seniman tidak akan hidup terlantar dimasa tuanya.
“Mungkin mereka akan diasuransikan. Kami masih menunggu masukan dari DKK bentuk kesejahteraan apa yang patut diberikan pada mereka,” kata Cellica.
Di tempat yang sama Ketua DKK saat ini, Yati Mulyati mengatakan, berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan pihaknya, jumlah seniman Karawang saat ini mencapai 12 ribu orang. Namun yang masih aktif menggeluti dunia seni hanya 6 ribuan orang saja.
“Mereka terdiri dari seniman tradisional dan seniman modern. Ada panjak wayang golek, penari topeng, dan penyanyi organ tunggal. Semuanya berada dalam naungan DKK,” kata Yati.
Dikatakan Yati, sebagian dari seniman itu hidupnya bisa dikatakan pas-pasan. Artinya, mereka hanya bisa makan dan hidup sederhana dari hasil manggung. “Saya sangat setuju jika mereka diasuransikan. Preminya bisa dibayar melalui iuran anggota ditambah sumbangan dari Pemkab,” kata Yati.(ist)
