Pusat penggilingan padi rata dengan tanah setelah dilalap api, Jumat (28/7) lalu. Kerugian akibat musibah tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kapolsek Rawamerta, AKP Agus Setiawan mengatakan, kejadian bermula saat saksi, seorang pedagang nasi uduk melihat adanya percikan api di sekitar lokasi. Belum lama melaporkan kejadian kepada kepala Desa setempat, api sudah membesar dan membakar habis seluruh bangunan semi permanen tersebut.
” Kejadian sekitar pukul 05.00 WIB. Dugaan awal kebakaran dipicu konleting listrik,” kata Agus.
Menurutnya, warga sempat bahu membahu memadamkan api, namun gagal karena material yang ada di bangunan penggilingan padi tersebut cepat terbakar.
“Beberapa karung gabah sempat diselamatkan warga, sisanya habis terbakar,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, lanjut Agus, pemilik pabrik tersebut menderita kerugian berkisar Rp 400 juta rupiah. Selain berton -ton gabah dan beras, 2 unit sepeda motor dan 4 unit mesin giling turut terbakar.
“Kami lakukan penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.(dit)

