Memasuki tahun ajaran baru 2017-2018 semua siswa SDN 2 Cicinde Utara Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang dipungut uang oleh pihak sekolah. Pungutan itu dilakukan dengan dalih untuk membeli perlengkapan kebersihan. Keterangan tersebut diperoleh dari beberapa orang tua siswa sekolah tersebut.
Terkait soal pungutan, menurut pengakuan salah satu orang tua siswa SD tersebut yang namanya minta dirahasiakan mengatakan, pungutan dilakukan kepada semua siswa mulai dari kelas satu sampai enam. Alasan pihak sekolah, uang hasil pungutan digunakan untuk membeli sapu.
“Pungutannya sebesar Rp 10 ribu. Bilangnya buat beli sapu. Semua siswa kelas satu sampai enam diminta iuran,” katanya, Selasa (25/7).
Dikatakannya, apapun alasannya pungutan tersebut sudah ditentukan nilai jadi tidak bisa disebut partisipasi. Ironisnyqa, pengawas dan kepala UPTD Pendidikan setempat terkesan mebiarkan adanya pungutan yang dilakukan unit kerjanya.
“Walaupun tidak memberatkan, tapi dianggap lucu. Bukannya biaya operasional sekolah sudah ditanggung pemerintah. Iseng-isengnya pake mungut segala,” pungkasnya.
Menanggapi hal itu kepala SDN 2 Cicinde Utara, Iben Jaelani mengaku pihaknya telah melakukan pungutan uang kepada semua siswa di sekolahnya. Dan uang tersebut, kata Iben, dipergunakan untuk membeli perlengkapan alat kebersihan sekolah.
“Ia ada pungutan. Buat beli alat kebersihan. Sementara bantuan pemerintah belum turun,” kata Iben saat dikonfirmasi media ini di sekolah dengan singkat.
Sementara itu sampai berita ini diterbitkan, kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Banyusari, Muin Subina belum bisa ditemui. (wan)

