Puluhan Ribu Warga Kesulitan Air Bersih

KARAWANG, Spirit
Puluhan ribu warga Karawang mengalami kesulitan air bersih pada musim kemarau tahun 2017 ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Karawang mencatat kekeringan menimpa sedikitnya 26.328 warga dari 23 Desa yang ada di lima Kecamatan.
“Puluhan ribu warga sudah terkena dampak kekeringan sejak beberapa pekan terakhir. Mereka di antaranya berada di Kecamatan Tegalwaru, Pangkalan, Ciampel, Telukjambe Barat, dan Kecamatan Pakisjaya,” kata Kepala BPBD Karawang, Banuara Nadeak, Minggu (17/9).
Banuara mengungkapkan, data BPBD mencatat, di Kecamatan Pakisjaya, kekeringan sudah terjadi di tiga desa, di Kecamatan Telukjambe Barat sudah menimpa dua desa.
Tak hanya itu, lanjut dia, warga yang menghuni tiga desa di Kecamatan Ciampel dan delapan desa wilayah Kecamatan Pangkalan serta tujuh desa sekitar Kecamatan Tegalwaru sudah terlebih dahulu menderita kesulitan air bersih.
Sejak pekan terakhir hingga kini, BPBD mengaku menetapkan siaga bencana kekeringan di Karawang. Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kabupaten untuk mengantisipasi bencana kekeringan agar tidak meluas.
“Sampai sekarang, kita masih terus mendistribusikan air bersih ke
lokasi bencana kekeringan. Itu dilakukan untuk meringankan beban masyarakat yang dilanda kesulitan air bersih,” ungkapnya.
Sebelumnya, pihak Kepolisian, berbagai Ormas, serta PDAM, dan berbagai lapisan masyarakat mengirim pasokan air bersih ke beberapa desa di wilayah Kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru yang menjadi wilayah pertama terdampak kekeringan di musim kemarau. Namun, melihat data BPBD, distribusi air bersih harus terus dilakukan secara merata ke beberapa desa lain yang tercatat mengalami kesulitan air bersih.(dit)
