PURWAKARTA, Spirit – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengingatkan seluruh kader Golkar membangun rasa empati di kalangan masyarakat dan tidak terjebak pada kehidupan politik praktis semata. Sebagai kader partai, bukan melulu berbicara politik, melainka secara kultur, rasa empati lebih penting untuk dibangun.
“Para kader Partai Golkar jangan terlalu terjebak kehidupan politik praktis, karena dikhawatirkan akan melahirkan rasa antipati konstituen dan atau calon konstituen,” katanya, disela pelantikan Pengurus DPD Golkar Kabupaten Cirebon, di Cirebon, akhir pekan lalu.

Sebagai kader partai, kata dia, bukan melulu berbicara politik. Tetapi secara kultur, rasa empati lebih penting untuk dibangun para kader partai. Ia menyatakan, cara membangun empati dapat dilakukan dengan menginap di rumah rakyat miskin dan merasakan betapa sulitnya mereka menata kehidupan.

“Hari ini saya memberikan instruksi kepada seluruh kader Golkar agar menginap minimal seminggu dua kali di rumah rakyat miskin di daerah pemilihannya masing-masing,” ujar dia.

Dikatakannya, energi masyarakat miskin harus menjadi spirit membangun bagi partai, sehingga suara partai merupakan suara masyarakat miskin. Untuk mengawasi pelaksanaan instruksinya itu, Dedi akan memberikan buku kendali kepada setiap kader Golkar Jawa Barat. Buku tersebut berisi form kehadiran kader tersebut di rumah rakyat miskin.

Selain itu juga penilaian dari Ketua DPD masing-masing wilayah atas keaktifan dan antusiasme kader tersebut dalam menjalankan instruksi tersebut. “Saya akan memberikan buku kendali. Jadi program ini akan terkontrol oleh para Ketua DPD kabupaten/kota. Kemudian buku itu akan menjadi pertimbangan untuk kader tersebut apakah layak atau tidak untuk dicalonkan pada Pemilu Legislatif 2019,” katanya.