Jalan Poros Sindangsari 17 Tahun Diabaikan

KUTAWALUYA, Spirit

 

Nampaknya warga Desa Sindangsari Kecamatan Kutawaluya harus bersabar untuk merasakan jalan mulus. Karena, hingga saat ini pemerintah desa belum bisa menjanjikan kapan jalan poros desa tersebut bisa diperbaiki. Untuk mengungkapkan bentuk kekecewaannya, masyarakat menanami jalan yang dianggap seperti kubangan kerbau tersebut dengan sisa tanaman padi.

Wakil Dusun Borontok, Akam, selain pengerasan yang dilakukan sejak 17 tahun silam, sampai saat ini jalan poros desa yang melintasi 3 dusun mulai dari Tegal Asem, Borontok Timur, hingga Gebang Malang belum pernah tersentuh perbaikan.

Akibat jalan rusak yang tak kunjung di perbaiki, banyak pengendara yang berjatuhan, dan sangat mengganggu aktivitas masyarakat.

“Kalau motor jatuh sudah gak kehitung, bahkan pernah ada mobil yang sampai patah as rodanya,” kata Akam.

Masih kata Akam, jalan tersebut merupakan jalan aktif yang sering digunakan warga untuk beraktivitas, terutama dalam hal pertanian. Apalagi saat masa panen seperti sekarang ini. Akibatnya, harga padi pun ikut terkena imbasnya.

“Tengkulaknya gak mau turun, karena jalannya jelek. Akhirnya, petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar transport padi yang dibawa oleh tukang pengangkut padi,” ujarnya.

Dikatakannya, selama 17 tahun dengan kondisi jalan poros desa seperti kubangan kerbau, dirinya dan masyarakat berharap jalan yang menjadi alternatif Kutawaluya dan Kecamatan Cilebar tersebut dapat segera diperbaiki. (dar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *