Implementasi Pendidikan Karakter, SMAN 1 Telukjambe Gelar Baksos Korban Banjir

KARAWANG, Spirit

Sebagai wujud implementasi dan penguatan pendidikan karakter siswa, SMAN 1 Telukjambe menggelar bakti sosial (baksos) berupa pemberian bantuan sembako bagi korban banjir di Kabupaten Karawang.

Kepala SMAN 1 Telukjambe, Endah Dwi Riyani mengatakan, baksos dilaksanakan di dua lokasi yaitu sekolah pada Jumat (28/2/2020), dan Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Minggu (1/3/2020).

“Baksos di sekolah diberikan kepada 16 siswa yang rumahnya terdampak banjir. Sedangkan di Desa Karangligar disalurkan melalui posko bantuan yang berada di desa setempat,” ujar Endah, Minggu (1/3/2020).

Dijelaskan Endah, kegiatan baksos tak hanya dilaksanakan oleh guru, tapi melibatkan seluruh keluarga besar sekolah termasuk siswa.

“Dari mulai pengumpulan hingga penyaluran bantuan melibatkan siswa. Khusus pantia baksos berasal dari siswa yang aktif dalam ekstrakurikuler pramuka yang dikomandoi Ibu Gerrin Ignesia dan Pak Ginanjar Hadi Kurtubi selaku Pembina Pramuka,” jelasnya.

Ditambahkan Endah, baksos yang dilaksanakan sekolahnya merupakan implementasi pendidikan karakter yaitu peduli terhadap sesama dan empati kepada orang lain yang sedang mengalami musibah.

“Pendidikan karakter perlu ditanamkan dalam keseharian siswa. Hal ini penting dilakukan untuk memupuk kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar. Semoga baksos yang kami lakukan juga mampu meringkankan beban para korban banjir,” ucapnya.

 

Lestarikan Bahasa Sunda

Selain menanamkan pendidikan karakter, SMAN 1 Telukjambe aktif melestarikan Bahasa Sunda. Sekolah yang beralamat di Jalan HS. Ronggowaluyo, Telukjambe Timur, rutin menggelar berbagai kegiatan saat momen peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional.

Melalui kegiatan Mieling Poe Basa Indung Internasional 2020 dengan tema “Miara Basa Sunda, Ngajugjug Derajat Bangsa”, Jumat (21/2), SMAN 1 Telukjambe menggelar berbagai kegiatan mulai dari drama, maca sajak, jaipongan, kawih, pupuh, dan biantara yang diikuti seluruh siswa.

“Tujuan dari kegiatan ini untuk mempertahankan eksistensi bahasa daerah agar tidak hilang atau punah terutama kelestarian Bahasa Sunda sebagai bahasa ibu atau basa indung di Jawa Barat, dengan melibatkan generasi muda yaitu siswa,” katanya. (dea/ema)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

RSS
Follow by Email