CILAMAYA KULON, Spirit – Mendekati musim kurban hari raya Idul Adha, harga hewan kurban mulai merangkak naik. Kenaikan tersebut salah satunya ditengarai sulitnya mendapatkan pakan ternak berupa rumput. Hal tersebut dikemukakan Yayan (45) salah satu pedagang hewan kurban yang berjualan di jalan arah pasar Cilamaya kepada Spirit Jawa Barat, Rabu (31/8).
Menurut Yayan, kenaikan hewan kurban tahun sekarang ini berkisar antara Rp 200 ribuan untuk jenis domba.
Harga domba paling rendah, sekitar Rp 2,3 juta/ekor yakni domba lokal dengan postur kecil. Adapun untuk jenis domba girang yang berasal dari daerah Wanayasa dan Plered Purwakarta harganya mencapai Rp 5–6 jutaan dengan bobot lebih dari 75 kg.
“Untuk hewan sapi dengan bobot 3 kuintal harganya mencapai Rp 17 jutaan. Bahkan sampai Rp 30 juta. Penyebabnya antara lain sulit mencari rumput. Untuk mendapatkan rumput harus mencari sampai Sukamandi Subang,” katanya.
Dikatakan Yayan, akibat kesulitan mencari rumput, pihak pedagang hewan kurban sesekali membeli dengan harga Rp 4 ribu/karung. Sedangkan kebutuhan rumput totalnya 4-5 karung/hari untuk 52 ekor kambing.
Selain itu, pakan lain yang dibutuhkan yakni sisa-sisa buah yang ada di pasar berupa pepaya dan sayuran. Tak terkecuali, ampas tahu yang sering dijadikan menu selingan bagi kambing-kambing tersebut.
“Saking sulit nyari rumput,sampai ke Subang. Kalau beli lumayan mahal. Pantas aja bila harga kambing mengalami kenaikan tidak seperti tahun sebelumnya,” katanya.
Yayan berpendapat,mahalnya harga hewan kurban tidak akan mempengaruhi daya beli masyarakat. Karena kurban merupakan kewajiban umat islam untuk melaksanakannya. Meskipun terbilang mahal, minat beli masyarakat tidak berkurang sama sekali. Mayoritas, kata dia, pembeli berasal dari pengusaha, pedagang dan petani yang ada di Cilamaya.
“Baru buka tiga hari sudah menjual tiga ekor. Itupun kambing yang besar, karena disini masyarakat pinginnya hewan untuk kurban harus besar,” katanya menambahkan.
Eman (32) calon pembeli hewan kurban mengatakan, sementara ini dirinya masih melihat hewan yang akan dijadikan kurban. Diakuinya, kambing besar sangat diminati oleh para pembeli walaupun harganya lumayan cukup mahal. Terlebih lagi, domba asal Purwakarta.
“Saya suka domba asal Purwakarta,selain besar juga gagah. Pantaslah untuk kurban. Tidak seperti harga yang murah kurus,” kata warga Cilamaya itu. (wan)
