Gubuk Nenek Inah Nyaris Terendam

JATISARI,Spirit

Malang nian nasib Nenek Inah (65) asal warga Karajan RT 03/01 Desa Cirejag Kecamatan Jatisari, Karawang, pada saat kondisi turun hujan, gubuk yang ditempatinya berukuran 2 kali 2 meter, nyaris terendam akibat intensitas curah hujan tinggi.

Meluapnya aliran Sungai Cilamaya dari Bendungan Barugbug, membuat was-was warga Desa Cirejag Kecamatan Jatisari. Akibat luapan aliran sungai Cilamaya berakibat terendamnya rumah warga di Dusun Karajan Desa Cirejag. Tiga rumah warga dan Mushola ikut terendam. Begitu pun gubuk Nenek Inah nyaris terendam air luapan sungai Cilamaya.

Menurut Kepala Desa Cirejag, Dadang Supriatna mengatakan, akibat luapan Sungai Cilamaya membuat rumah warga terendam. Diantaranya gubuk milik Nenek Inah.

“Yah gubuk Nenek Inah hampir terendam. Beliau menempati gubuknya ditanah pengairan bukan tanah pribadi. Jadi ketika mau diajukan melalui program Rutilahu terbentur aturan,” katanya kepada Spirit Jawa Barat, Kamis (16/11)

Dikatakannya, kondisi hujan deras dipastikan berakibat meluapnya aliran Sungai Cilamaya berasal dari Bendungan Barugbug. Sudah menjadi banjir langganan jika memasuki musim hujan.

“Hampir setiap tahun wilayah Dusun Karajan I RT 03/01 jadi langganan banjir. Ada 100 Kepala Keluarga (KK) di Dusun tersebut. Tapi rumah warga yang terendam ada tiga rumah dan satu Mushola,” terangnya.

Ia meminta kepada warga untuk waspada memasuki musim penghujan. Apalagi warga yang rumahnya dekat Sungai Cilamaya. Karena hujan itu sulit diprediksi.

“Warga agar waspada dan siaga. Kuatir malam hari hujan akan membahayakan masyarakat. Air Sungai Cilamaya datang tiba-tiba,” ungkapnya.

Ia juga meminta kepada Pengamat Pengairan Bendungan Barugbug agar memberikan informasi kepada setiap Pemerintahan Desa di Kecamatan Jatisari. Agar pada saat air bendungan dibuka dapat di informasikan kepada masyarakat.

“Perlu informasi akurat dari Pengamat Pengairan yang bertugas di Bendungan Barugbug. Supaya beberapa desa yang dilintasi Sungai Cilamaya dan Ciherang lebih waspada lagi. Ada 7 desa diantaranya Barugbug, Situdam, Mekarsari, Balonggandu,Cirejag,Kalijati dan Sukaamekar,” pungkasnya. (not)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *