Gapoktan Minta Pupuk Kujang Sosialisasi Pupuk Pareku

JATISARI, Spirit
Para petani di Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang masih menggandrungi jenis varietas Mekongga dan Ciherang. Pasalnya, kedua jenis padi tersebut sudah teruji hasilnya saat panen raya. Hasilnya perton dapat mencapai 6 hingga 7 tonase gabah. Hingga kini para petani di Jatisari belum melirik ke jenis varietas yang lainnya.
“Untuk sementara para petani di Kecamatan Jatisari masih tetap bertahan menanam jenis padi Mikongga dan Ciherang,” ujar Ketua Gapoktan Sri Tani Jatisari, Imron Rosadi kepada Spirit Jawa Barat, Kamis (15/06).
Dikatakannya, para petani itu belum berani menanam jenis padi lain sebelum ada pembuktian keberhasilannya. Apalagi mencoba jenis lain akan fatal akibatnya jika belum terbukti. “Para petani itu tidak mudah percaya begitu saja terhadap jenis padi yang baru. Karena petani tidak mau rugi pada saat menanam tidak mencapai target perhektarnya. Biasanya perhektar itu Mekongga dan Ciherang mencapai 6 sampai 7 ton,” paparnya
Meskipun sedang ramai digalakkan untuk menanam jenis padi invari 32, sambung Imron, namun tidak semua para petani ikut menanam jenis padi tersebut.
“Tidak semua petani di Jatisari menanam jenis varietas baru. Kalau dengar sih sekarang PT Pupuk Kujang mengeluarkan bibit padi baru dengan nama Pareku. Tapi para petani di Jatisari khususnya, belum begitu mengenal jenis bibit tersebut,” katanya
Dia meminta kepada pihak PT Pupuk Kujang, apabila sudah mengeluarkan bibit padi Pareku perlu di sosialisasikan kepada para petani di Karawang supaya lebih dikenal lagi.
“Pareku itu kan label, apakah jenisnya dari Mekongga atau Ciherang. Jika itu dari jenis yang sama maka para petani yakin akan melirik produk bibit padi yang dikeluarkan dari Pupuk Kujang,” tandasnya.
Senada disampaikan Kepala Desa Pacing, Dadang Supena belum mengenal bahwa Pupuk Kujang sudah mengeluarkan produk bibit padi dengan kemasan pareku. “Belum tahu tuh kalau Pupuk Kujang sudah punya produk bibit padi unggulan,” katanya.
Yang terpenting bagi petani kata Dadang, apa pun jenis padi yang dikeluarkan atau diproduksi oleh Pupuk Kujang itu, yang sudah dikenal oleh para petani dan dirasakan keuntungannya.
“Saya kira, kalau jenis Mekongga dan Ciherang pasti akan dilirik oleh para petani. Kalau Pareku itu hanya label saja tapi jenis padi nya seperti apa saya belum mengetahuinya karena kurang sosialisasi kepada para petani,” pungkasnya. (not)

Dadang Supena Kades Pacing Jatisari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *