KARAWANG, Spirit – Dishub kominfo Karawang tuding CV rekanan yang ditunjuk untuk memasang lampu merah (Traffic Light) di perempatan pasar Kosambi, Klari masih belum optimal. Pasalnya, perusahaan rekanan tersebut belum dapat mengerjakan pemasangan belum bisa memenuhi Sertifikat Layak Operasi (SLO)
Kasie Rekayasa Lalu-lintas Dishubkominfo Kabupaten Karawang, Pandi melalui pengawas Yohan Nohdary, belum difungsikannya traffic light di perempatan kosambi tersebut, dikarenakan CV yang ditunjuk untuk memasang traffic light tersebut belum bisa memenuhi SLO.
“Dari daerah sudah memfasilitasi kesanggupan bupati untuk membayar listriknya. Dari CV belum konfirmasi lagi untuk pemasangan KWH nya ke PLN Rayon Kosambi, kita (Dishubkominfo Karawang) tugasnya hanya mengawasi dan memfasilitasi saja,” katanya.
Sementara itu, dengan pemasangan traffic light di perempatan pasar kosambi diharapkan warga Kosambi dan sekitarnya bisa benar-benar mengurai kemacetan. Tapi sejumlah warga Kosambi pesimis langkah yang dilakukan oleh pemerintah terhadap pemasangan traffic light di perempatan pasar kosambi itu.
Seperti dikatakan, Dian Sunandar (26) warga Kosambi, ia berharap selain pemasangan traffic light tetap diadakannya petugas lalin untuk mengatur arus lalu lintas di daerah tersebut. Karena, ia beranggapan setelah dipasang traffic light kemacetan akan bertambah parah.
“Perempatan kosambi ini, saya anggap perempatan tengkorak. Karena, ini jalur sangat vital sekali. Dari pagi sampe malam, di jam-jam tertentu pasti macet. Kalau misalnya di pasang traffic light, bukannya akan terurai,malah nambah padat kendaraan,” pungkasnya.(man)
