KARAWANG, Spirit – Peristiwa meninggalnya seorang pasien rawat di RS Hastien Rengasdengklok kembali menuai tanggapan dari berbagai pihak. Selain duka dari keluarga korban, kejadian tersebut juga memicu keprihatinan masyarakat serta dorongan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan di fasilitas tersebut.
Bendahara Forum Karawang Utara Bergerak (FKUB), Sarta atau akrab disapa Betong, menyayangkan masih terjadinya peristiwa yang menimbulkan polemik di tengah masyarakat terkait pelayanan kesehatan rumah sakit tersebut. Ia menilai sejumlah kejadian sebelumnya seharusnya dapat menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan medis.
Menurutnya, kasus meninggalnya pasien usai menjalani tindakan medis bukan hanya menyangkut satu keluarga, namun juga berdampak pada kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan di wilayah Karawang, khususnya Rengasdengklok.
“Kalau memang ada keluhan masyarakat yang berulang, itu harus menjadi bahan introspeksi dan perbaikan. Jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan menurun,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).
Betong juga mendorong Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Kesehatan untuk mengambil langkah tegas dan objektif, termasuk melakukan audit medis jika diperlukan, guna memastikan apakah pelayanan telah sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Sorotan terhadap pelayanan RS Hastien sebelumnya memang sempat mencuat dalam sejumlah kasus yang mendapat perhatian publik. Salah satunya terkait dugaan malpraktik setelah ditemukan kain kasa di perut pasien beberapa waktu silam, yang kemudian mendorong Dinas Kesehatan Karawang menurunkan tim audit medis untuk melakukan penelusuran.
Selain itu, sejumlah kasus lain juga pernah menjadi perhatian publik dan lembaga legislatif daerah, termasuk dorongan pemanggilan pihak rumah sakit untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan kelalaian medis.
FKUB menilai, peristiwa-peristiwa tersebut seharusnya menjadi momentum pembenahan sistem pelayanan, peningkatan pengawasan internal, serta transparansi informasi kepada keluarga pasien.
“Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya penanganan kasus per kasus, tetapi jaminan bahwa sistem pelayanan kesehatan berjalan aman dan profesional,” tegasnya.
FKUB juga berharap aparat pengawas, baik dari pemerintah daerah maupun lembaga profesi medis, dapat menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal agar potensi kesalahan medis dapat diminimalkan.
Di sisi lain FKUB berharap masyarakat tetap menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang sebelum menarik kesimpulan, guna menjaga objektivitas serta menghindari kesimpangsiuran informasi.
“Peristiwa meninggalnya pasien di RS Hastien Rengasdengklok saat ini diharapkan dapat ditangani secara transparan, profesional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, agar ke depan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat semakin meningkat dan kepercayaan publik dapat terjaga,” katanya. (red)
