KARAWANG, Spirit
PT Jatisari Lestari Makmur (PT JLM) yang sedang gencar melakukan pembangunan sebuah pabrik dan gudang kaca di daerah Kecamatan Jatisari, tanam nilai investasi hingga trilliunan rupiah. Sayangnya pembangunan pabrik kaca tersebut mengabaikan keberadaan sawah teknis yang harus dilindungi berdasarkan Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Sehingga seharusnya tidak dilakukan.
Diduga, turunnya izin pembangunan pabrik tersebut berkat bantuan 2 anggota DPRD Kabupaten Karawang. Berdasarkan penelusuran Spirit Jawa Barat di lokasi pembangunan, kabar tersebut berhembus kencang.
“Soal itu, saya gak mau berkomentar dan jangan tulis nama saya juga apalagi merekam pembicaraan ini ya. Kalau mau lebih detailnya lagi, silahkan konfirmasi ke anggota DPRD Karawang yang saat ini duduk di Komisi C DPRD Karawang. Ada dua orang anggota Komisi C yang tahu detail soal pembangunan ini, sebab mereka berdua ini memiliki hubungan dekat dengan kedua pengusaha yang dipercaya mengelola PT JLM dengan segala perizinannya oleh pengusaha asing asal China itu,” papar sumber yang namanya minta dirahasiakan.
Beredar kabar, kedua anggota DPRD tersebut berasak dari partai politik yang berbeda yang berinisial A dan D. Tak dipungkiri, kedua anggota legislatif dario daerah pemeilihan (dapil) Karawang I dan V tersebut, terbilang sangat akrab.
Investasi Rp 5 Triliun
“Pembebasan lahan, urus segala perizinan, pembangunan pabrik dan gudang seluas 38 hektar dan nilai investasi keseluruhannya, konon PT JLM siapkan Rp 5 Trilliun untuk semua ini,” ungkap salah seorang yang mengaku dari pihak PT JLM yang namanya enggan disebutkan kepada Spirit Jawa Barat, Senin (23/10) di lokasi pembangunan pabrik gudang kaca PT JLM.
Dikatakannya juga, pembangunan pabrik gudang kaca milik PT JLM, merupakan sebuah perusahaan milik pengusaha asing yang dipercayakan terhadap salah seorang pengusaha nasional terkemuka yang kini menjabat sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Jakarta dan dikelola oleh salah seorang pengusaha ternama asal Kabupaten Karawang berinisial HL untuk mengelola perusahaan PT JLM yang bakal memproduksi berbagai macam ornamen kaca di Kecamatan Jatisari.
“Tau kan yang pernah debat sengit dengan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok, red). Nah itu orangnya yang dipercaya mengelola perusahaan asing asal China ini, dan pengelola perusahaan PT JLM yang di Jatisari itu, dikelola oleh pengusaha ternama di Jawa Barat asal Kabupaten Karawang,” bebernya lagi.
Kontraktor pembangunan pabrik gudang kaca PT JLM, rupanya dikerjakan oleh kontraktor asal Jakarta bernama PT adi Karya Dimensi. (not)

